trending

Materi “Mens Rea” Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Polda Metro Jaya akan Analisis Barang Bukti

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jan 09, 2026
Poster Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk “Mens Rea” yang tayang di aplikasi streaming Netflix sejak 27 Desember 2025. (Foto: Instagram/pandji.pragiwaksono)
Poster Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk “Mens Rea” yang tayang di aplikasi streaming Netflix sejak 27 Desember 2025. (Foto: Instagram/pandji.pragiwaksono)

ThePhrase.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya akan menganalisis dan mendalami laporan terhadap seorang komika, Pandji Pragiwaksono yang dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik organisasi Islam, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi,” ucap Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1) dikutip Antaranews.

Ia menjelaskan bahwa laporan yang diajukan oleh seorang pelapor bernama Rizki Abdul Rahman Wahid (RARW) itu berkaitan dengan sejumlah pernyataan Pandji dalam pertunjukan Stand Up Comedy bertajuk “Mens Rea”, yang dinilai melakukan penghasutan dan penistaan agama di muka umum.

“Tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea,” ujar Budi.

Budi menambahkan, kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang serta memberikan kesempatan kepada penyelidik dan penyidik dalam menjalankan proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Narasi NU-Muhammadiyah Terlibat Politik Praktis

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Rizki, yakni pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan pencemaran nama baik terhadap dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Kami menganggap bahwa yang saya laporkan ini oknum terlapor berinisial P ini dianggap menebarkan isu-isu yang kurang positif gitu, telah merendahkan, memfitnah, khususnya organisasi keislaman yang terbesar di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah,” jelas Rizki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/1) malam.

Rizki juga mengungkapkan bahwa dalam pernyataannya, Pandji disebut menyampaikan narasi yang menuding NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.

“Yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang, begitu, karena imbalan, karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” tukasnya.

Menurut keyakinan Rizky, pernyataan tersebut dinilai melukai perasaan kader dan generasi muda NU serta Muhammadiyah. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic