
Thephrase.id - Mathew Baker menjadi salah satu nama yang mencuri perhatian dalam perjalanan Timnas Indonesia setelah bek muda kelahiran Melbourne, Australia, tersebut mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang menjalani debut pada usia 17 tahun.
Pemain yang memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan keturunan Australia dari ayahnya itu saat ini meniti karier bersama akademi Melbourne City FC sebelum berusaha mendapatkan tempat di Liga Australia.
Perjalanan Baker di sepak bola dimulai dari level akar rumput bersama Malvern, Malvern City, dan Box Hill United, sebelum kesempatan mengikuti program Melbourne City Football School membawanya lebih dekat dengan lingkungan sepak bola profesional yang kemudian menjadi bekal penting untuk bergabung dengan akademi Melbourne City pada usia 13 tahun.
Baker kemudian menandatangani kontrak profesional pertamanya ketika berusia 16 tahun, sementara kiprahnya bersama Indonesia dimulai pada usia 15 tahun ketika mendapatkan panggilan dari Nova Arianto untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 sebagai persiapan menghadapi Piala Asia U-16.
Sejak saat itu, perjalanan Baker bersama Timnas Indonesia terus berlanjut melalui berbagai kelompok umur, termasuk ketika bermain di Piala Dunia U-17 pada akhir tahun sebelumnya, sebelum mendapatkan kesempatan membela Timnas Indonesia U-17, Timnas Indonesia U-20, dan Timnas Indonesia dalam uji coba melawan Timnas Oman.
Keputusan Baker untuk membela Timnas Indonesia juga berkaitan dengan pengalamannya selama memperkuat tim nasional kelompok umur, terutama karena ia merasa mendapatkan sambutan hangat dan menemukan ikatan yang kuat dengan lingkungan sepak bola Indonesia.
"Bagi saya, ini sebenarnya bukan pilihan antara Indonesia atau Australia karena saya adalah keduanya. Saya anak Indonesia dan juga anak Australia, serta memiliki begitu banyak cinta untuk kedua negara," tegas Baker dilansir SBS.
"Namun, saya sudah bermain untuk Indonesia di tim kelompok umur dan merasakan begitu banyak kasih sayang serta rasa memiliki di sana, sehingga tidak ada alasan bagi saya untuk berpindah. Sampai hari ini, saya diperlakukan dengan sangat baik dan fokus saya adalah bermain untuk Indonesia," bebernya.
Baker mengakui bahwa membela Timnas Australia atau pernah menjadi impiannya ketika masih kecil, tetapi kesempatan yang datang dalam perjalanan kariernya membuat ia semakin mantap menjalani pilihannya bersama Timnas Indonesia.
"Sejujurnya, tidak. Namun, tentu saja, itu pernah menjadi impian saya ketika masih kecil. Akan tetapi, begitulah kehidupan. Kesempatan datang, dan ketika satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka. Saya sangat bersyukur bisa bermain untuk Indonesia," ucapnya.
Meski telah mendapatkan kesempatan tampil bersama Timnas Indonesia, Baker belum berencana meninggalkan Melbourne City karena ingin terlebih dahulu mengembangkan kariernya di klub tersebut.
Termasuk berharap memperoleh menit bermain bersama tim utama Melbourne City pada musim depan sembari menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di Australia.
Pemain berusia 17 tahun itu juga menegaskan bahwa kedua orang tuanya memberikan dukungan terhadap keputusan yang diambilnya, meskipun sang ibu berasal dari Indonesia dan ayahnya merupakan warga Australia, sehingga pilihan tersebut memiliki arti tersendiri bagi keluarganya.
"Tentu saja, ibu saya orang Indonesia dan ayah saya orang Australia, jadi ini merupakan hal yang sulit bagi saya. Rasanya hampir seperti memilih satu pihak dibandingkan pihak lainnya, tetapi sebenarnya tidak seperti itu," ucap Baker.
"Mereka sangat mendukung apa pun keputusan yang saya ambil dan tidak akan pernah menyuruh saya memilih satu atau yang lain. Mereka tahu apa yang terbaik bagi saya, sehingga kami membuat keputusan berdasarkan apa yang terbaik untuk diri saya," tuturnya.