
ThePhrase.id – Platform transportasi online Maxim menghadirkan inovasi baru dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan mitra pengemudi. Maxim resmi menghadirkan program perlindungan sosial yang mencakup pemberian BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi mitra pengemudi penyandang disabilitas.
Langkah ini membawa Maxim menjadi perusahaan pertama di industri e-hailing dalam memberikan perlindungan menyeluruh dan sistematis bagi kelompok rentan di dalam ekosistemnya.
Melalui program tersebut, Maxim memberikan keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis kepada pengemudi disabilitas di seluruh wilayah operasionalnya di Indonesia. Inisiatif ini melengkapi perlindungan yang sebelumnya telah diberikan melalui Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSSI), mencakup santunan risiko kecelakaan bagi pengemudi dan penumpang.
Sebelumnya, Maxim tercatat telah memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan gratis kepada lebih dari 3.000 mitra pengemudi. Kini, program tersebut diperluas secara khusus bagi pengemudi disabilitas yang memenuhi persyaratan, seperti memiliki SIM aktif serta menggunakan kendaraan yang telah disesuaikan dengan standar keselamatan.
Tak hanya itu, Maxim juga menerapkan kebijakan potongan komisi aplikasi nol persen bagi pengemudi disabilitas. Dengan kebijakan ini, pengemudi dapat menerima 100 persen pendapatan dari setiap pesanan yang mereka jalankan.
Selain dukungan finansial, para pengemudi juga mendapatkan pelatihan khusus untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Perusahaan juga turut memberikan pendampingan dalam pengurusan dokumen hingga penyesuaian kendaraan sesuai kebutuhan masing-masing pengemudi.
Direktur Pengembangan Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, bukan sekadar inisiatif sesaat.
“Untuk pertama kalinya di pasar e-hailing, kami menegaskan bahwa pengemudi disabilitas adalah mitra penuh, bukan sekadar penerima bantuan sosial. Mereka bekerja setara dengan perlindungan tambahan dari perusahaan. BPJS gratis dan komisi 0% bukan sekadar dukungan, tetapi investasi bagi keberlanjutan layanan dan pemerataan kesempatan dalam ekonomi digital,” jelas Dirhamsyah melansir keterangan tertulis, Senin (13/04/2026).
Langkah yang diambil Maxim ini dinilai para analis berpotensi menciptakan tren baru di industri transportasi online.
Selama ini, persaingan lebih banyak berfokus pada harga dan kecepatan layanan. Di tengah pembahasan skema pembagian komisi aplikasi antara perusahaan dan mitra, inisiatif ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mendukung kelompok pengemudi paling rentan, sekaligus memperkuat citra perusahaan di mata publik dan regulator. [fa]