
ThePhrase.id - Sejumlah media Israel menyoroti pidato Presiden RI, Prabowo Subianto yang menyerukan “Free Palestine” dalam acara peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur yang digelar Sabtu (19/9) lalu.
Dalam acara yang turut dihadiri Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari itu Prabowo menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi warga Palestina serta menyatakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.
Mendengar seruan itu, Dubes Abdulfattah beranjak ke arah Prabowo lalu memberi sekaligus memasangkan keffiyeh kepada Presiden RI tersebut.
Prabowo kemudian melanjutkan pidatonya dengan menyinggung kondisi Palestina dan pentingnya Indonesia memperkuat kapasitas nasional.
“Serangan yang terus berlanjut terhadap warga Palestina harus mendorong Indonesia untuk membangun kekuatan nasionalnya,” ujar Prabowo.
Salah satu media Israel, The Times of Israel menyoroti pernyataan tersebut dengan mengaitkannya pada sikap Prabowo ketika berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS) pada September 2025.
Saat itu, Prabowo mengakhiri pidatonya dengan mengucapkan “Shalom”. Ia juga menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menjamin keamanan Israel demi mencapai perdamaian yang nyata.
“Pemimpin negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia—yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel—itu berbicara dengan nada yang tak terduga simpatik terhadap negara Yahudi tersebut dalam pidatonya,” demikian pernyataan media tersebut.
“Ia menyatakan bahwa ‘dunia harus mengakui, menghormati, dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan cara itulah kita bisa mencapai perdamaian sejati’,” lanjutnya, menuliskan pernyataan Prabowo.
Media tersebut juga kembali menyinggung laporan mengenai kemungkinan kunjungan Prabowo ke Israel setelah kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza pada Oktober lalu.
Namun, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membantah adanya rencana kunjungan tersebut dan menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap Palestina.
Selain itu, media Israel lainnya, KAN melalui media sosial X @kann_news menyinggung perbedaan sikap yang ditunjukkan Prabowo saat Sidang PBB dan di negaranya.
“Setahun setelah mengucapkan “Shalom” dalam bahasa Ibrani di Sidang Majelis Umum PBB dan sempat direncanakan akan mengirim ribuan tentara untuk bergabung dengan pasukan stabilisasi internasional di Jalur Gaza, Presiden Indonesia hari ini menyerukan “Free Palestine” dalam sebuah acara di negaranya sendiri,” tulis KAN. (Rangga)