Menebak Nama Pengganti KSAD

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id –  Sepeninggal Jenderal Andika Perkasa yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI, spekulasi tentang sosok penggantinya sebagai Kelapa Staf Angkatan Darat (KSAD) terus bergulir.

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas mengungkapkan, secara normatif saat ini ada 17 perwira TNI AD berpangkat Letnan Jenderal memiliki peluang untuk dipromosikan sebagai pengganti Andika. 16 Pati merupakan lulusan Akademi Militer 1986-89 dengan rentang usia mendekati pensiun bervariasi. Sementara seorang lagi merupakan lulusan dari Sekolah Perwira Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia (SEPA PK TNI).

“Dari  17 pati tersebut hanya satu yang tercatat sebagai peraih adhi makayasa,” kata Anton dalam keterangan tertulisnya.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Andika Perkasa. (Foto: Wikipedia)

Sedangkan 3 Pati memasuki usia pensiun pada tahun 2021 ini,  8 lainnya memasuki masa pensiun pada tahun 2022 dan 3 Pati lainnya akan pensiun pada 2023. Seorang Pati lagi akan pensiun pada tahun 2024  dan 2 Pati lainnya akan pensiun pada 2025 mendatang’

Lebih jauh Anton mengatakan, sesuai dengan Pasal 14 UU TNI  siapa yang akan menjabat KSAD, adalah hak prerogatif presiden atas usul Panglima TNI.  Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) akan membantu Panglima TNI dalam merumuskan siapa saja nama-nama yang diajukan ke Presiden.

Dosen Universitas Paramdina ini berharap, selain dari rekam jejak penugasan, Presiden Jokowi juga ikut mempertimbangkan faktor regenerasi di tubuh TNI AD dalam memilih KSAD. Sehingga jalannya regenerasi pengelolaan organisasi bisa berkesinambungan.

Sementara itu, Pengamat intelijen dan militer, Susaningtyas NH Kertopati, menyebutkan, ada lima perwira tinggi bintang tiga TNI AD yang memiliki peluang untuk menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi KSAD.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Andika Perkasa. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj)

Lima nama itu adalah Wakil Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Herindra,  Wakil Kepala Staf TNI AD, Letnan Jenderal TNI Bakti Agus Fadjari, Kepala Staf Umum TN, Letnan Jenderal TNI Eko Margiyono, Kepala BAIS TNI Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto dan Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Susaningtyas menjelaskan, Herindra memiliki tingkat pengalaman pendidikan yang bagus dan lulusan terbaik, di antaranya peraih Adi Makayasa lulusan 1987 Akademi Militer.

“Wakasad Letjen Agus Fajari bisa saja, tetapi sebentar lagi pensiun. Letjen Eko (Margiyono) Kasum, Letjen Joni (Supriyanto) Ka Bais, Letjen Dudung yang jadi favorit netizen. Semua peluang sama,” kata dia seperti dilansir Antara.

Secara ideal menurut Susaningtyas, perwira tinggi yang menduduki jabatan KSAD diharapkan memiliki kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang andal. Calon pembina kekuatan tertinggi TNI AD itu juga diharapkan memiliki pengetahuan intelijen dan cukup memahami perkembangan teknologi pertahanan baru, termasuk siber.

Lapangan utama Mabes AD. (Foto: inews.id)

Pengamat komunikasi politik dan militer Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Selamat Ginting menilai dari semua nama yang beredar layak menjadi KSAD akan mengerucut pada 4 nama, yakni  Letjen Dudung Abdurachman, kemudian Letjen Eko Margiyono,  Letjen Teguh Arief Indratmoko, dan Letjen Muhammad Herindra.

Peluang Eko Margiyono sama besarnya dengan Dudung Abdurachman. Namun, kata Ginting, jika melihat probabilitas pengalaman era reformasi, posisi Pangkostrad cenderung lebih strategis untuk menjadi KSAD ketimbang posisi lainnya.

“Tapi toh Eko juga pernah menjadi Pangkostrad. Jadi peluang dia juga sama besarnya,” tutur Ginting.

Ginting pun berharap agar pelantikan Panglima TNI dan KSAD dapat segera dilakukan secara bersamaan. Sehingga tidak terjadi kekosongan atau rangkap jabatan. (Aswan AS)

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you