
ThePhrase.id – Tak sekadar rutinitas, menyeduh kopi bagi penikmatnya juga tentang menikmati tiap prosesnya. Di tengah tren kopi yang berkembang pesat, pencinta kopi bisa mencoba drip coffee atau kopi tetes yang menghadirkan pengalaman menyeduh kopi yang lebih tenang dan personal.
Lantas, apa itu drip coffee dan apa keistimewaannya?
Drip Coffee dijelaskan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia sebagai metode penyajian kopi yang mengandalkan proses penyaringan, di mana air panas meresap perlahan melalui bubuk kopi. Metode ini biasanya menggunakan alat penyaring khusus yang disebut drip brewer atau dripper.
Bubuk kopi yang digunakan pada metode ini biasanya bertekstur lebih kasar dari espresso. Setelah dituang air panas, penyaring akan memisahkan bubuk kopi dengan cairan kopi yang akan menetes perlahan ke dalam wadah atau mug. Proses yang berlangsung perlahan ini memungkinkan ekstraksi rasa menjadi lebih maksimal.
Metode ini pertama kali dikembangkan di Prancis pada abad ke-19. Saat itu, bubuk kopi ditempatkan di antara dua ruang pot, lalu air panas dituang hingga kopi menetes ke wadah di bawahnya.
Drip coffee kemudian dipopulerkan oleh Amalie Auguste Melitta Bentz pada tahun 1908. Ia menciptakan filter kertas pertama serta mendirikan perusahaan Melitta, yang hingga kini dikenal sebagai pencipta filter kopi berbentuk kerucut.
Terkesan sederhana, kopi tetes mampu menghasilkan kopi dengan cita rasa bersih, ringan, dan halus. Daya tarik dari drip coffee adalah intensitasnya yang tidak terlalu pekat dibandingkan espresso, cocok bagi yang menyukai kopi bertekstur lembut.
Untuk membuat drip coffee, ada beberapa alat yang bisa digunakan, seperti V60 dripper, Chemex, drip bag, hingga mesin drip coffee otomatis. Bagi yang menyukai kepraktisan, kini berbagai merek kopi ternama juga menyediakan kopi drip instan yang mudah untuk diseduh kapan saja.
Selain diseduh menggunakan air panas, drip coffee juga bisa dibuat dengan air dingin atau biasa dikenal dengan cold drip coffee. Metode ini memerlukan tiga wadah kaca, di mana air dingin menetes perlahan ke bubuk kopi hingga hasil seduhan terkumpul di wadah bawah.
Jika drip coffee biasa tak memerlukan waktu yang lama, proses cold drip coffee memerlukan waktu sekitar 3,5 hingga 12 jam, tergantung jumlah kopi yang dibuat.
Kopi yang dihasilkan metode cold drip coffee cenderung memiliki rasa lebih kuat, kaya, dengan body yang lebih penuh. Selain itu, prosesnya juga cenderung lebih cepat dibanding cold brew karena menggunakan bubuk yang lebih sedikit. [fa]