lifestyle

Mengenal Existential Anxiety dan Cara Menghadapinya

Penulis Ashila Syifaa
Jul 06, 2024
Ilustrasi seseorang yang memiliki kecemasan. (Foto: Pexels/Alex Green)
Ilustrasi seseorang yang memiliki kecemasan. (Foto: Pexels/Alex Green)

ThePhrase.id – Existential crisis atau existential anxiety, merupakan perasaan khawatir sesorang terkait keberadaannya di dunia, kehidupannya, kebebasannya, makna kehidupannya, hingga kematian. 

Perasaan tersebut dapat membuat sesorang merasa kehidupan itu tidak ada maknanya dan kehadirannya tidak artinya.

John G. Cottone, seorang psikolog dan penulis di Psycology Today, menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir setelah pandemi Covid-19, ia menemukan lebih banyak individu yang menderita karena existential anxiety.

Meskipun, keadaan tersebut bukan termasuk dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5, existential anxiety merupakan salah satu dari empat jenis anxiety (kecemasan) yang secara informal dibedakan oleh professional kesehatan mental saat mempertimbangkan dari mana asal rasa kecemasan seseorang.

Lalu mengapa perasaan existential anxiety ini bisa muncul?

Perasaan ini bisa muncul ketika berhadapan dengan transisi atau perubahan dalam kehidupan dan kesulitan untuk beradaptasi. Biasanya perubahan tersebut seringkali berkaitan pada kehilangan keamanan dan kenyaman. 

Misalkan seorang anak yang merantau untuk kuliah jauh dari rumah dan orang tua atau seseorang yang sedang melalui perceraian. Hal ini dapat membuat mereka merasa kehidupannya sedang hancur yang memunculkan pertanyaan mengenai kehidupannya dan makna kehidupan. 

Pada umumnya, perubahan besar dalam kehidupan dapat memicu perasaan tersebut. Namun ada juga yang merasakan existential anxiety saat memikirkan mengenai kematian.

Seperti anxiety (kecemasan), existential anxiety juga memiliki wujud fisiknya yang dialami seseorang seperti: 

  • kegelisahan
  • ketegangan otot
  • gemetaran
  • detak jantung yang cepat
  • kelelahan
  • insomnia
  • masalah pencernaan
  • kesulitan fokus
  • mengalami serangan panik

Perasaan dan pertanyaan yang muncul di kepala saat sedang mengalami existential anxiety, cukup menakutkan terutama saat sedang sendirian. 

Keadaan ini dapat mengganggu apabila perasaan tersebut terus muncul sampai mengganggu kehidpan sehari-hari. Saat hal ini terjadi ada baiknya untuk berkonsultasi dengan professional agar dapat ditangani dengan tepat.

Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menenangkan diri dari existential anxiety. 

Salah satu caranya adalah melihat existential anxiety sebagai motivasi. Ketika sedang merasa cemas, tulis hal-hal yang membuatmu cemas. Dengan begitu, perasaan, pertanyaan, dan pikiran yang muncul dapat menjadi sebuah “guideline” untuk mejalankan kehiupan dan mengatasi perasaan tersebut.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah meditasi untuk menguragi pikiran negatif dan menghindari rasa kecemasan yang berlebihan. 

Jika memiliki teman bicara ada baiknya untuk ‘sharing’ hal yang membuatmu cemas, agar tidak merasa sendirian. 

Beberapa ahli juga menyarankan untuk mengikuti kegiatan sosial seperti menjadi sukarelawan, karena dapat membantu menemukan arti dan makna kehidupan kita sendiri sehingga mencegah munculnya existential anxiety. [Syifaa]

Tags Terkait

Artikel Terkait Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic