lifestyle

Mengenal Kahk, Kue Lebaran Khas Mesir yang Sudah Ada Sejak Zaman Firaun

Penulis Firda Ayu
Mar 19, 2026
Ilustrasi Kahk (Foto: Canva Pro)
Ilustrasi Kahk (Foto: Canva Pro)

ThePhrase.id – Kue kering selalu identik dengan berbagai perayaan hari besar. Di Indonesia, misalnya, masyarakat familiar dengan nastar atau kastengel saat momen Lebaran. Namun, di Mesir, ada satu kue yang dipercaya sudah ada sejak zaman Mesir Kuno, bahkan sejak era para Firaun, yaitu kahk.

Kahk sendiri merupakan biskuit shortbread yang disajikan dengan taburan gula halus di atasnya. Kue ini bisa dinikmati tanpa isian, maupun diisi berbagai bahan seperti kurma, kacang-kacangan, lokum, campuran madu, hingga ghee. 

Menariknya, kahk dengan isian kurma disebut menjadi cikal bakal kue maamoul, atau kue serupa yang sering disajikan saat Lebaran dan populer di wilayah Levant. Kahk memiliki desain beragam dan cantik. Bahkan, untuk meneruskan tradisi, cetakan kahk biasanya diwariskan dari generasi ke generasi.

Nama kahk berasal dari bahasa Koptik, yaitu kaake atau kue. Dipercaya telah ada sejak zaman Firaun, The Egypt Gazette menyebut bahwa kahk terlukis pada sejumlah relief yang ditemukan di reruntuhan kuil kuno di Memphis dan Thebes, serta di makam pejabat tinggi bernama Rekhmire dari Dinasti ke-18 atau sekitar 3.500 tahun lalu.

Mengenal Kahk  Kue Lebaran Khas Mesir yang Sudah Ada Sejak Zaman Firaun
Penjual kahk pada abad ke-19 di Mesir (Foto: en.wikipedia.org/By Pearson, G.)

Pada masa itu, adonan dibuat dengan mencampurkan madu dan ghee yang dipanaskan, lalu dicampur dengan tepung hingga membentuk adonan. Adonan kemudian dibentuk di atas papan batu sebelum dipanggang dalam oven. Bentuk kahk pada masa Mesir Kuno cukup beragam, dari pola geometris hingga cap bergambar cakram matahari yang berkaitan dengan dewa matahari.

Tradisi membuat kahk terus bertahan melewati berbagai periode sejarah Mesir dan dipengaruhi oleh masa yang ada. Seperti pada masa agama Kristen, beberapa ornamen pada kahk berubah menjadi simbol salib. Namun, ketika Mesir memasuki masa kekuasaan Islam, motif yang digunakan berkembang menjadi tulisan Arab, pola geometris, dan motif tanaman.

Kahk mulai populer sebagai bagian dari perayaan Lebaran pada abad ke-10, terutama pada masa Pemerintahan Ikhshidid. Konon pemimpin pada zaman itu menyembunyikan koin emas di dalam kahk yang dibagikan kepada masyarakat miskin. Tradisi unik ini bahkan sempat ditiru oleh penguasa berikutnya, termasuk pada masa Kekhalifahan Fatimiyah yang dikabarkan pernah menghabiskan puluhan ribu dinar untuk membuat kahk saat Lebaran.

Tak sekadar makanan manis penghias meja saat Lebaran, kahk juga menjadi bagian dari tradisi sosial. Biasanya para perempuan di desa atau keluarga akan berkumpul untuk membuat kahk bersama menjelang Lebaran. Proses membuat kahk inilah yang menjadi momen berkumpul dan berbagi cerita yang dapat mempererat hubungan kekeluargaan.

Mengenal Kahk  Kue Lebaran Khas Mesir yang Sudah Ada Sejak Zaman Firaun
Ilustrasi membuat kahk bersama keluarga untuk persiapan Lebaran (Foto: en.wikipedia.org/By Hbegzee)

Yang menarik dari membuat kahk bersama adalah tak jarang muncul ‘kompetisi kecil’ antarkeluarga mengenai siapa yang membuat kahk paling enak atau paling cantik bentuknya. Desain yang rumit dan cantik pada permukaan kahk biasanya dianggap sebagai kebanggaan keluarga. 

Selain disajikan pada momen Lebaran, kahk biasanya juga tersedia di setiap perayaan besar seperti pernikahan. Kue tradisional satu ini juga kerap kali dijadikan pilihan bingkisan atau hampers kepada kerabat.

Meski kini mudah dibeli di toko roti, tak sedikit keluarga Mesir memilih untuk membuat kahk versi mereka sendiri untuk mempertahankan tradisi yang ada. 

Tak sekadar kue manis nan cantik, kahk merupakan warisan kuliner penuh sejarah yang menghubungkan masyarakat Mesir modern dengan sejarah peradaban kuno mereka. [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic