lifestyleCoffee

Mengenal Kopi Liberika, Kopi Langka Khas Indonesia Beraroma Nangka

Penulis Firda Ayu
Oct 04, 2026
Ilustrasi Kopi Liberika (Foto: magnific.com)
Ilustrasi Kopi Liberika (Foto: magnific.com)

ThePhrase.id – Bicara soal kopi Indonesia, Arabika dan Robusta memang menjadi dua jenis yang paling familiar. Namun, Indonesia ternyata juga punya jenis kopi unik nan langka, yaitu Liberika. Kopi satu ini menarik perhatian karena memiliki aroma khas yang mengingatkan pada buah nangka saat disangrai.

Kopi Liberika atau Coffea liberica berasal dari Liberia, Afrika Barat. Melansir Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan, kopi Liberika dibawa ke Nusantara oleh pemerintah Hindia Belanda sekitar 1878 sebagai alternatif setelah banyak tanaman kopi Arabika yang terdampak penyakit karat daun saat itu.

Liberika kemudian mulai ditanam di sejumlah wilayah Indonesia, terutama daerah dengan karakter lahan yang sesuai seperti rawa dan gambut seperti Jambi, Bengkulu, Riau, dan Kalimantan Barat,.

Salah satu hal yang membuat Liberika berbeda dari jenis kopi lainnya adalah aromanya. Kopi ini kerap disebut sebagai “kopi nangka” atau “kopi nongko” karena aroma panggangannya mengingatkan pada buah nangka.

Selain aroma buah, Liberika juga punya profil cita rasa yang cukup kompleks, seperti buah, kayu, hingga sedikit rasa smoky. Profil rasa inilah yang membuat Liberika mulai menarik perhatian para pencinta specialty coffee dan menjadi salah satu kopi yang potensial untuk dieksplorasi lebih jauh.

Menurut Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya, Liberika memiliki ciri khas rasa nangka, dengan bentuk pohon yang tinggi dan daun yang lebar. Jenis kopi ini memang belum banyak dibudidayakan maupun dieksplorasi jika dibandingkan dengan Arabika dan Robusta. 

Tak hanya pada profil rasa, keunikan kopi Liberika juga terdapat pada kemampuannya dalam beradaptasi di lingkungan yang tidak selalu cocok untuk jenis kopi lainnya. Liberika dapat tumbuh dengan baik di lahan gambut dengan pH rendah dan kondisi yang tergenang secara musiman. 

Liberika bahkan dinilai memiliki potensi untuk mendukung kelestarian lingkungan karena dapat membantu menyerap karbon dan memiliki ketahanan terhadap hama, penyakit, serta perubahan iklim.

Selain menjadi bagian dari perkebunan, kopi Liberika juga telah melekat dalam tradisi masyarakat di  sejumlah daerah. Sejak diperkenalkan pada akhir abad ke-19, keberadaan kopi ini terus bertahan melalui tradisi minum kopi dan seremoni panen yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di beberapa wilayah, tradisi seperti “nyruput bareng” kopi Liberika menjadi sarana berkumpul sekaligus bentuk syukur atas kelestarian lahan gambut. [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic