regionalBatik

Mengenal Perbedaan Motif Batik Tradisional dan Modern

Penulis Ashila Syifaa
Dec 11, 2023
Macam-macam batik. (Foto: Unsplash/Iniizah)
Macam-macam batik. (Foto: Unsplash/Iniizah)

ThePhrase.id - Batik merupakan salah satu kekayaan warisan budaya Indonesia yang telah dikenal hingga kancah internasional. Karya batik tak hanya indah secara visual namun juga proses pembuatannya, pemilihan warna hingga makna dan cerita di setiap motifnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, tentunya batik juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Kini batik memiliki ratusan bahkan ribuan motif yang berbeda-beda mulai dari motif tradisional hingga motif modern yang berbaur dengan era modern. 

Perkembangan ini juga didorong oleh semakin berkembangnya dunia fashion yang memberikan inspirasi pada para desainer batik untuk turut mengikutsertakan batik dalam tren fashion yang elegan dengan kearifan lokal yang khas. Tentunya motif batik tradisional dan modern memiliki perbedaan yang cukup signifikan. 

Perbedaan Motif Batik Tradsional dan Modern

1. Batik tradisional, memelihara kekayaan warisan budaya

Batik tradisional ini memiliki akar yang dalam dan kaya akan sejarah. Seni mengambar menggunakan lilin panas pada kain membentuk pola dan motif merupakan praktik yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. 

Proses tersebut telah tercatat sejak zaman Majapahit yang menjadikan batik tradisional bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat pada zaman itu. Tak hanya pada zaman Majapahit saja, batik di Indonesia dapat memiliki sejarah yang panjang jauh sejak abad ke-7.

Selain itu, batik tradisional memiliki proses pembuatan yang lebih rumit dan lama karena masih menggunakan alat tradisional canting dan dengan bahan lilin malam cair dengan melukiskan setiap garisan secara manual. 

Ragam motif dan corak khas memiliki keterikatan pada suatu pakem atau isen-isen tertentu yang mengandung makna yang mencerminkan nilai budaya, mitologi, atau alam sekitar.

Setiap motif, seperti parang, kawung, atau lereng, sering kali terkait dengan acara-adat tertentu, seperti pernikahan atau upacara keagamaan. Batik tradisional bukan hanya sekadar kain, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan dan merayakan keberagaman budaya.

2. Batik modern, perkembangan kreatif dan inovatif

Dengan mengikuti perkembangan zaman, batik modern menggabungkan unsur-unsur tradisional dengan sentuhan kontemporer. Desainer batik modern memiliki kebebasan kreatif untuk menciptakan motif-motif baru, termasuk abstrak, geometris, atau inspirasi dari seni pop. Batik modern menjadi sarana untuk mengekspresikan inovasi dan mengikuti tren mode.

Berbeda dengan batik tradisional yang memanfaatkan proses manual, batik modern sering kali menggunakan teknologi yang lebih maju. Mesin cetak atau stensil dapat digunakan untuk menciptakan motif dengan cepat dan efisien. Pewarna sintetis yang lebih variatif juga digunakan dalam batik modern, memungkinkan berbagai pilihan warna yang lebih luas.

Namun, batik modern juga dapat diciptakan dengan cara yang tradisional dengan menggambarkan motif batik yang lebih modern menggabungkan unsur-unrus abstrak dan kontemporer. 

Batik modern tidak hanya terbatas pada penggunaan seremonial atau formal. Kini, batik modern menjadi bagian dari pakaian sehari-hari, dekorasi rumah, dan aksesori fashion. Dengan begitu, batik modern tidak hanya mempertahankan nilai seni tradisional, tetapi juga menjadi medium yang dinamis untuk mengungkapkan gaya dan kepribadian. [Syifaa]

 

 
Related News

Popular News

 

News Topic