trending

Mengenal PLTS Terapung Cirata, Terbesar di Asia Tenggara

Penulis Nadira Sekar
Oct 03, 2023
Foto: PLTS Terapung Cirata (indonesia.go.id)
Foto: PLTS Terapung Cirata (indonesia.go.id)

ThePhrase.id - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang menjadi pembangkit listrik tenaga matahari apung pertama di Indonesia serta terbesar di Asia Tenggara akan menjalani uji coba pada akhir Oktober 2023, sebelum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. 

Proyek yang merupakan hasil kolaborasi antara subholding PLN Nusantara Power dan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar ini telah berlangsung selama sekitar tiga tahun dan dibangun di Waduk Cirata yang terletak di tiga kabupaten Jawa Barat, yaitu Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat.

PLTS Terapung Cirata dibangun di lahan seluas sekitar 250 hektar dan memiliki kapasitas produksi listrik sebesar 145 Mega Watt ac (MWac). Kompleks PLTS ini terdiri dari 13 blok yang dilengkapi dengan lebih dari 340.000 panel surya. Kapasitas listrik sebesar ini cukup untuk memasok listrik kepada lebih dari 50.000 rumah di berbagai wilayah Indonesia.

Pembangunan PLTS Terapung Cirata didukung oleh tiga lembaga keuangan internasional, yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corp, Societe Generale, dan Standard Chartered Bank. Total biaya proyek ini mencapai sekitar Rp1,7 triliun.

PLTS Terapung Cirata dianggap sebagai salah satu PLTS dengan tarif listrik yang lebih ekonomis dibandingkan dengan PLTS besar lainnya, dengan harga sekitar 5,81 cent AS atau sekitar Rp 17,0814 per kWh. Proyek ini juga berperan dalam penciptaan lapangan kerja dengan menyerap lebih dari 1.400 tenaga kerja lokal.

Dukung Net Zero Emission

PLTS Terapung Cirata menjadi salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk mencapai target penurunan emisi karbon sebesar 29 persen pada tahun 2030, sejalan dengan komitmen Paris Agreement. 

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Febry Calvin Tetelepta, menyatakan bahwa proyek PLTS Terapung Cirata juga merupakan salah satu upaya untuk mencapai target bauran energi sebesar 23 persen dari energi baru terbarukan (EBT) pada tahun 2025. 

PLTS Terapung Cirata juga diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon sebanyak lebih dari 200.000 ton per tahun. Selain PLTS Terapung Cirata, pemerintah juga berencana untuk mengoperasikan PLTS Terapung Singkarak di Danau Singkarak, Sumatra Barat, dengan kapasitas 50 MWac pada tahun 2025, serta PLTS Terapung Saguling di Kabupaten Bandung Barat dengan kapasitas 60 MWac yang dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2024. 

Meskipun PLTS Terapung Cirata saat ini dianggap sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, posisinya kemungkinan akan digantikan oleh PLTS terapung yang berada di Danau Laguna Filipina dengan kapasitas 1 GW yang diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2024 atau 2025. [nadira]

 
Related News

Popular News

 

News Topic