Mengenal Presiden AS ke-40, Ronald Reagan yang Mengidap Penyakit Alzheimer

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Setiap tahun, tanggal 21 September diperingati sebagai Hari Alzheimer Sedunia. Untuk memperingati penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut, yuk simak profil dan perjalanan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-40, Ronald Reagan yang mengidap penyakit Alzheimer.

Ronald Reagan adalah Presiden AS ke-40 yang memimpin Negara Paman Sam dari tahun 1981 hingga 1989. Ia juga dikenal sebagai Presiden AS yang pernah berprofesi di industri hiburan sebagai seorang aktor.

Sebelum terpilih sebagai Presiden AS, Ronald pernah menjabat sebagai Gubernur California ke-33 yang menduduki posisi tersebut dari tahun 1967 hingga 1975.

Alzheimer merupakan penyakit yang berhubungan dengan fungsi penurunan otak yang mempengaruhi memori, kemampuan berpikir, dan kesehatan mental pengidapnya.

Namun, ia tidak mengidap penyakit tersebut ketika masih menjabat sebagai presiden, melainkan lima tahun setelah turun dari jabatan tersebut. Lebih tepatnya pada tahun 1994, saat ia berusia 83 tahun, Ronald menyampaikan penyakitkan kepada publik melalui sebuah surat.

Ronald Reagan. (Foto: whitehouse.gov)

Pada surat tersebut, Ronald mengatakan bahwa ia divonis sebagai satu dari jutaan orang Amerika yang menderita penyakit Alzheimer oleh dokter. Ia juga mengatakan bahwa ia berniat untuk menjalani sisa tahun yang diberikan Tuhan dengan melakukan hal-hal yang ia biasa lakukan.

“Saya baru-baru ini dibertahu bahwa saya adalah satu dari jutaan orang Amerika yang akan menderita penyakit Alzheimer… Saat ini saya merasa baik-baik saja. Saya berniat untuk menjalani sisa tahun yang Tuhan berikan di bumi ini melakukan hal-hal yang selalu saya lakukan… Sebagai penutup, izinkan saya mengucapkan terima kasih, rakyat Amerika karena telah memberi saya kehormatan besar untuk mengizinkan saya melayani sebagai Presiden Anda. Ketika Tuhan memanggil saya pulang, kapan pun itu terjadi, saya akan pergi dengan cinta terbesar untuk negara kita ini dan optimisme abadi untuk masa depan,” tutur Ronald dalam beberapa penggalan suratnya.

Ia juga menuliskan bahwa pada awalnya ia dan Nancy, istrinya, berpikir apakah harus menyimpan informasi tersebut sebagai masalah pribadi atau membagikannya kepada publik.

Namun, sebelumnya, Ronald pernah menderita dan menjalani operasi kanker, dan Nancy menderita kanker payudara dan mengungkapnya ke publik. Padahal, pada saat itu, memiliki kanker payudara masih merupakan hal yang tabu.

Ronald Reagan. (Foto: reaganlibrary.gov)

Berkat publikasi tersebut, justru meningkatkan kesadaran publik akan penyakit berat tersebut dan mendorong publik untuk melakukan tes. Untuk itu, Ronald dan Nancy memutuskan untuk membagikan informasi terkait penyakit Alzheimer-nya kepada publik.

Setelah surat tersebut dipublikasi, banyak dari masyarakat AS yang memberikan surat dukungan pada mantan presiden tersebut. Namun, terdapat juga beberapa spekulasi terkait sejak kapan gejala Alzheimer Ronald muncul.

Beberapa individu berspekulasi ia telah menunjukkan gejala sejak masih menduduki posisi tertinggi Amerika Serikat. Namun, spekulasi-spekulasi berbagai pihak tersebut disangkal oleh para ahli medis dan juga dokter-dokter yang menjadi dokter Ronald selama ia menjabat sebagai presiden.

Para ahli medis tersebut mengatakan Ronald tak pernah menunjukkan gejala Alzheimer selama menduduki jabatan presiden. Meskipun para dokter tersebut bukanlah ahli dalam Alzheimer.

Setelah sepuluh tahun lamanya hidup berdampingan dengan penyakit Alzheimer, Ronald meninggal dunia pada tanggal 5 Juni 2004 di rumahnya. Dirilis secara publik bahwa Ronald meninggal akibat penyakit pneumonia dengan komplikasi penyakit Alzheimer.

Ronald Reagan. (Foto: reaganlibrary.gov)

Ia meninggal dunia pada usia 93 tahun, menjadi presiden AS pertama yang meninggal di abad ke-21. Ia juga merupakan presiden AS ke-3 yang hidup hingga usianya mencapai 90 tahun. Padahal, Ronald pernah mengalami percobaan pembunuhan pada tahun pertamanya menjabat sebagai presiden di tahun 1981.

Setelah wafat, sang istri, Nancy Reagan menjadi advokat penelitian stem-cell. Penelitian pada stem-cell dinilai dapat mengarah pada menyembuhan penyakit Alzheimer. Menurutnya, ilmu pengetahuan telah memberi harapan melalui penelitian sel induk (stem-cell). Maka dari itu, ia tak bisa mengabaikannya.

“Ilmu pengetahuan telah memberi kami harapan yang disebut penelitian sel induk yang dapat memberi para ilmuwan kami banyak jawaban yang telah lama berada di luar jangkauan kami. Saya tidak melihat bagaimana kita bisa mengabaikan ini. Ada begitu banyak penyakit yang bisa disembuhkan atau setidaknya ditolong. Kita sudah kehilangan begitu banyak waktu. Aku tidak ingin kehilangan lagi,” ujar Nancy pada acara Yayasan Penelitian Diabetes Remaja pada tahun 2004.

Sebelumnya, saat Ronald pertama kali didiagnosis mengidap Alzheimer, ia dan Nancy mendirikan The Ronald and Nancy Reagan Research Institute pada Asosiasi Alzheimer pada tahun 1995. Institut tersebut pengumpulkan jutaan dolar untuk penelitian pada penyakit tersebut. [rk]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you