lifestyleBeauty

Mengenal Red Light Therapy, Perawatan Kulit yang Diklaim Atasi Jerawat hingga Kerutan

Penulis Nadira Sekar
Apr 05, 2026
Foto: Ilustrasi Red Light Therapy (freepik.com photo by kroshka__nastya)
Foto: Ilustrasi Red Light Therapy (freepik.com photo by kroshka__nastya)

ThePhrase.id - Dalam beberapa tahun belakangan ini, red light therapy semakin populer sebagai perawatan kecantikan sekaligus terapi kesehatan. Metode ini menggunakan cahaya merah berenergi rendah untuk merangsang sel tubuh agar bekerja lebih optimal. Terapi ini kerap disebut sebagai low level light therapy (LLLT) atau cold laser therapy dan digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari peremajaan kulit hingga membantu penyembuhan luka.

Melansir Halodoc, red light therapy menggunakan lampu LED dengan panjang gelombang tertentu, biasanya sekitar 630–700 nanometer untuk cahaya merah dan 800–900 nanometer untuk inframerah dekat. Cahaya tersebut menembus kulit dan diserap oleh mitokondria, yaitu bagian sel yang menghasilkan energi.

Ketika mitokondria menyerap cahaya, produksi adenosine triphosphate (ATP) meningkat. ATP merupakan sumber energi utama sel, sehingga peningkatan produksinya dapat membantu mempercepat perbaikan jaringan, merangsang regenerasi sel, serta meningkatkan produksi kolagen dan elastin yang penting untuk menjaga elastisitas kulit.

Manfaat untuk Kulit dan Kesehatan

Melansir Alodokter, red light therapy memiliki berbagai manfaat, terutama dalam bidang kecantikan dan kesehatan. Terapi ini dapat membantu mengempeskan jerawat karena mampu mengurangi peradangan dan menekan produksi minyak berlebih. Selain itu, terapi ini juga disebut dapat meminimalkan kerutan dengan merangsang produksi kolagen sehingga kulit menjadi lebih kencang dan halus.

Selain itu, terapi ini juga dapat membantu mengurangi peradangan, merangsang pertumbuhan rambut, hingga membantu penyembuhan luka yang sulit sembuh. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaat lain seperti mengurangi nyeri otot dan membantu kondisi tertentu seperti psoriasis atau rheumatoid arthritis.

Masih Membutuhkan Penelitian Lanjutan

Meski menjanjikan, efektivitas red light therapy untuk berbagai klaim manfaatnya masih terus diteliti. Mengutip Cleveland Clinic, sejumlah penelitian menunjukkan hasil awal yang positif, terutama untuk peremajaan kulit, penyembuhan luka, dan pengurangan peradangan. Namun, banyak studi yang masih berskala kecil atau belum menggunakan uji klinis besar.

Para ahli menilai diperlukan penelitian lebih lanjut dengan metode uji klinis yang lebih ketat untuk memastikan manfaat terapi ini secara menyeluruh. Karena itu, red light therapy masih dianggap sebagai terapi yang berkembang dan belum sepenuhnya didukung bukti ilmiah kuat untuk semua penggunaannya.

Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Secara umum, red light therapy tergolong aman jika digunakan sesuai petunjuk. Namun, Alodokter menyebut paparan terlalu lama dapat menyebabkan kemerahan, sensasi terbakar, atau bahkan melepuh pada kulit. Selain itu, ada juga risiko kerusakan mata jika tidak dilindungi selama terapi. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter atau tenaga medis disarankan sebelum menjalani terapi ini, terutama bagi individu dengan kondisi kulit sensitif atau masalah kesehatan tertentu.

Dengan berbagai potensi manfaatnya, red light therapy memang menarik untuk dicoba. Namun, penting untuk memahami bahwa hasilnya dapat berbeda pada setiap orang dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas serta keamanannya dalam jangka panjang. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic