ThePhrase.id - Pernahkah seseorang di sekitar kamu tiba-tiba terbangun dengan teriakan atau tangisan ketakutan, tetapi tidak sepenuhnya sadar? Kondisi ini bisa jadi merupakan sleep terror, atau yang juga dikenal sebagai night terror.
Sleep terror berbeda dari mimpi buruk. Seseorang yang mengalami mimpi buruk biasanya dapat terbangun dan mengingat kejadian yang dialaminya. Sebaliknya, sleep terror membuat penderitanya sulit sadar sepenuhnya dan sering kali tidak mengingat apa yang terjadi keesokan harinya.
Meski bisa dialami oleh siapa saja, anak-anak lebih rentan mengalami sleep terror, terutama pada usia 3 hingga 12 tahun. Anak yang mengalami kondisi ini biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti:
Melansir Halodoc, penyebab pasti sleep terror belum sepenuhnya dipahami. Namun, kondisi ini dikategorikan sebagai gangguan tidur atau parasomnia dan sering dikaitkan dengan belum matangnya sistem saraf pusat pada anak-anak.
Sementara itu, mengutip Kompas.com, Dr. Eva Devita Harmoniati, SpA, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang Pediatri Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menyebutkan beberapa faktor yang dapat memicu sleep terror, di antaranya:
Jika anak mengalami sleep terror, orang tua disarankan untuk tetap tenang dan tidak mencoba membangunkannya secara paksa. Biarkan anak kembali tidur dengan sendirinya. Pastikan juga lingkungan sekitar aman dan bebas dari benda yang bisa melukai tubuhnya.
Jika sleep terror terjadi berulang kali dan mengganggu kualitas tidur, segera konsultasikan dengan dokter atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan langkah yang sesuai, kondisi ini dapat dikendalikan dan dicegah agar tidak terus berulang. [nadira]