Mengenal Tiga Macam Motif Batik: Agraris, Keraton dan Pesisir

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Batik merupakan budaya tradisi yang bersejarah, diperkirakan sudah ada sejak tahun 5000 SM-2600 SM. Berbagai macam motif batik dapat ditemukan di seluruh wilayah di Indonesia. Batik memiliki filosofi yang mendalam dan dikembangkan di setiap daerah, maka memiliki motif batik berbeda-beda.

Pada setiap daerahnya, batik memiliki kearifan lokal dan nilai-nilai sosial budaya yang sangat erat dengan masyarakat setempat. Perbedaan ini dapat dibagi menjadi kategori pada setiap macam motif batik, yaitu agraris, keraton dan pesisir.

Batik Agraris
Batik tanah liek. (Foto: Dok. ThePhrase.id)

Motif-motif yang masuk dalam kategori batik argraris merepresentasikan adat kebiasaaan masyarakat petani. Motifnya menggambarkan kehidupan di pedesaan yang biasanya dikelilingi oleh pegunungan yang juga memilki filosofi kehidupan dan struktur masyarakat.

Salah satu contoh yang termasuk batik agraris adalah Batik Tanah Liek dari Sumatera Barat, Batik Gajah Way Kambas dari Lampung, Tongkonan dari Sulawesi Selatan, Bunga Raye dari Kalimantan Utara dan masih banyak lagi.

Batik Keraton
Potret Ratu Kencana, istri Hamengkubuwono VII, mengenakan batik kawung. (Foto:Wikimedia Commons/Kassian Cephas-Troppenmuseum)

Pada zaman dahulu, batik keraton merupakan motif batik yang hanya boleh dikenakan di lingkungan keraton seperti bangsawan. Batik keraton ini juga dikenal dengan batik larangan atau batik vortenladen yang berkembang di lingkungan keraton, baik Yogyakarta atau Solo.

Motif pada batik keraton ini mengandung makna filosofis yang dipengaruhi oleh kebudayaan agama Hindu dan Jawa. Batik ini dikenal hanya digunakan oleh putri keraton dan pengerajin batiknya pun berada di lingkungan keraton. Pada dasarnya batik ini tidak boleh digunakan oleh orang biasa.

Beberapa batik yang termasuk dalam batik keraton adalah  Parang Barong, Batik Parang Rusak termasuk Batik Udan Liris dan beberapa lainnya.

Batik Pesisir
Motif batk Gajah Mungkur. (Foto: Instagram/batikgajahmungkur.gresik)

Seperti batik agraris, batik pesisir merepresentasikan masyarakat kehidupan pesisir dan menggambarkan lingkungan alam dan tradisi kehidupan masyarakat nelayan. Berbeda dengan batik keraton yang memiliki banyak peraturan, batik pesisir merupakan batik yang digunakan oleh rakyat untuk keseharian.

Dengan berbagai varisasi warna dan motif, batik pesisir memiliki banyak pengaruh asing dari para pedagang yang masuk ke Indonesia.

Batik pesisir banyak diproduksi di daerah pesisir seperti Cirebon, Indramayu, Lasem dan Bakaran. Contoh batik yang termasuk batik pesisir adalah Merak Lasem, Gajah Mungkur, Gedhong Kembang Waluh dan masih banyak lagi. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you