lifestyleRelationship

Mengenal Truecasting, Cara Baru Menjalin Hubungan Tanpa Pencitraan

Penulis Ashila Syifaa
May 10, 2026
Mengenal Truecasting, Cara Baru Menjalin Hubungan Tanpa Pencitraan

ThePhrase.id  - Dinamika dunia percintaan kini semakin luas dan terus berkembang dengan pola yang lebih modern. Di era digital, menemukan seseorang yang autentik, tanpa filter, dan jujur terkadang menjadi hal yang sulit. Dari fenomena inilah muncul istilah truecasting.

Bukan sekadar tren, truecasting disebut sebagai konsep gaya hidup yang hadir untuk melawan kepalsuan yang sering kali ditemui di ruang digital. Menurut Psychology Today, truecasting merupakan pendekatan dalam berkencan dengan menampilkan diri apa adanya, autentik, dan tanpa berpura-pura menjadi orang lain.

"Di tengah dunia yang semakin penuh filter dan profil yang dikurasi agar terlihat sempurna, orang-orang mulai berkata, ‘Saya tidak ingin berpura-pura menjadi orang lain. Saya ingin menunjukkan siapa diri saya sebenarnya agar bisa membangun percakapan yang autentik dan memulai hubungan yang nyata,’" jelas Rachel DeAlto, seorang ahli kencan dari Plenty of Fish.

Tak hanya itu, DeAlto juga menyebut truecasting sebagai salah satu tren kencan yang positif karena mendorong seseorang untuk tampil lebih terbuka dan apa adanya, tanpa takut terlihat tidak sempurna. Menurutnya, dunia kencan saat ini semakin dipenuhi kepalsuan, di mana banyak orang memilih menampilkan versi terbaik dirinya demi menarik perhatian dan mendapatkan validasi dari orang lain.

Pasalnya, beberapa orang rela membangun persona atau pesona palsu agar terlihat sempurna. Padahal, hal tersebut justru dapat memunculkan ekspektasi yang tidak realistis dan berujung pada rasa kecewa ketika seseorang tidak sesuai dengan gambaran yang ditampilkan di awal.

Dalam konsep ini, seseorang akan hadir sebagai dirinya yang sebenarnya, membicarakan hal-hal yang benar-benar disukai, menjalani hubungan sesuai dengan gaya hidup yang nyata, dan jujur mengenai apa yang dicari dalam hubungan. Menurut Times Now, pendekatan ini dapat membuat proses kencan terasa lebih ringan dan tidak melelahkan karena keduanya tak perlu membangun koneksi di atas kebohongan atau pencitraan.

Dengan begitu, seseorang dapat lebih cepat mengetahui apakah hubungan memiliki kecocokan dan bukan semata ketertarikan di awal saja.

Sementara itu, herCircle menjelaskan bahwa truecasting banyak relevan bagi perempuan karena tidak sedikit yang selama ini merasa perlu menampilkan versi diri yang lebih “mudah disukai” oleh orang lain. Mereka kerap memilih tampil lebih nyaman, tenang, dan tidak terlalu intens akibat tekanan sosial yang membatasi perempuan dalam mengekspresikan emosi maupun perasaannya.

Melalui truecasting, perempuan didorong untuk lebih terbuka mengenai ambisi, perasaan, hingga apa yang benar-benar mereka inginkan dalam hubungan. Dengan begitu, rasa takut dicap sebagai perempuan yang “berlebihan” pun perlahan dapat berkurang.

Pada akhirnya, truecasting hadir sebagai pengingat bahwa hubungan yang sehat dibangun dari kejujuran dan keterbukaan. Di tengah dunia digital yang semakin dipenuhi filter dan persona buatan, keberanian untuk tampil autentik justru menjadi hal yang semakin bernilai. Sehingga, dengan menjadi diri sendiri, koneksi dapat dibangun lebih nyata dan dapat menumbuhkan dasar kecocokan yang sesungguhnya. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic