
Thephrase.id - Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengeluarkan pernyataan resmi setelah muncul nyanyian bernada anti-Muslim dalam pertandingan uji coba antara Timnas Spanyol dan Timnas Mesir yang berakhir tanpa gol di Barcelona.
Suasana pertandingan di RCDE Stadium sempat terganggu pada babak pertama ketika sebagian penonton di tribune melontarkan chant yang dinilai mengandung unsur diskriminatif dan xenofobia.
Panitia kemudian merespons situasi tersebut dengan menampilkan pesan peringatan di papan stadion saat jeda, yang berisi imbauan agar penonton menghentikan segala bentuk ujaran bernada kebencian.
Pengumuman serupa juga disampaikan melalui sistem pengeras suara stadion sebagai bentuk penegasan bahwa perilaku tersebut tidak dapat diterima dalam pertandingan sepak bola.
Memasuki awal babak kedua, pesan peringatan kembali ditampilkan, tetapi justru memicu reaksi berupa siulan dari sebagian kelompok suporter di tribun.
"RFEF berdiri melawan rasisme dalam sepak bola dan mengutuk segala bentuk kekerasan di dalam stadion," tulisnya.
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, turut menyoroti kejadian tersebut dan menegaskan sikapnya terhadap tindakan yang terjadi di tribun.
"Ini tidak bisa ditoleransi. Orang-orang yang berperilaku kasar menggunakan sepak bola untuk mencari ruang bagi diri mereka sendiri," tegasnya.
"Mereka harus disingkirkan dari masyarakat, diidentifikasi, dan dijauhkan sejauh mungkin," bebernya.
Laga yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026 itu sejatinya dijadwalkan berlangsung di Qatar, akan tetapi dipindahkan ke kandang RCD Espanyol karena situasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam pertandingan tersebut, De la Fuente melakukan perubahan besar dalam komposisi tim dengan mengganti sepuluh pemain dari laga sebelumnya, sementara Lamine Yamal menjadi satu-satunya pemain yang tetap menghuni susunan awal.
Dari kubu lawan, Timnas Mesir tidak diperkuat Mohamed Salah yang harus absen akibat cedera sehingga tidak masuk dalam daftar pemain untuk pertandingan ini.
Hasil imbang tanpa gol tersebut turut berdampak pada posisi Spanyol di peringkat dunia, di mana mereka kehilangan status sebagai tim peringkat teratas menjelang keterlibatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030.