
ThePhrase.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan akan menginvestigasi penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang terjadi pada Minggu (2/8).
Dudy mengatakan proses investigasi itu akan segera dilakukan usai evakuasi terhadap seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dilakukan.
"Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala setelah seluruh data selesai diverifikasi," kata Dudy dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8).
Dudy juga memastikan proses evakuasi akan dilakukan secara optimal dan memberikan penanganan lebih lanjut terhadap seluruh penumpang.
"Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara optimal dan berjalan lancar sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan serta mendapat penanganan lebih lanjut dari petugas," ujarnya.
Adapun proses evakuasi penumpang dan awak kapal yang dipimpin oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga saat ini masih berlangsung.
Seluruh korban yang berhasil ditemukan rencananya akan dievakuasi dan dibawa ke Surabaya untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Dudy menyebut pihaknya juga menyiapkan Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal KM Mutiara Sentosa II di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Posko Terpadu ini akan menjadi pusat koordinasi penanganan bagi seluruh unsur yang terlibat serta menjadi titik layanan bagi korban yang berhasil dievakuas.
“Posko Terpadu di Terminal GSN Tanjung Perak telah siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban yang terdampak," terangnya.
Sebagai informasi, KMP Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran pada Minggu pagi (2/8) sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa.
Kapal tersebut dikabarkan mengangkut total 271 orang yang teridiri dari 232 orang penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 orang ABK tambahan.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan insiden itu menyebabkan lima orang meninggal dunia dan 231 orang dinyatakan selamat.
"Update evakuasi pukul 21.00 WIB, selamat 231 orang, meninggal dunia 5 orang, total 236 orang," kata Nanang pada Minggu (2/8) malam.
Nanang memastikan proses evakuasi dan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan masih terus dilakukan hingga saat ini. (M Hafid)