
ThePhrase.id - Ketersediaan pasokan gas bumi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan industri nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan dinamika pasar global yang terus berkembang. Pasalnya, kepastian pasokan energi yang andal menjadi salah satu penopang daya saing industri sekaligus ketahanan energi nasional.
Di tengah tantangan tersebut, optimalisasi sumber daya gas domestik menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Diversifikasi sumber pasokan pun terus didorong agar kebutuhan energi industri dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Sejalan dengan upaya tersebut, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan pemanfaatan gas bumi dari Lapangan Sengeti di Jambi, yang selama ini tergolong sebagai stranded gas atau cadangan gas yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui infrastruktur gas yang telah terintegrasi, PGN berencana menghubungkan potensi pasokan dari Lapangan Sengeti ke dalam jaringan distribusi gas bumi perusahaan. Lapangan tersebut memiliki potensi pasokan sekitar 5 MMSCFD dan ditargetkan mulai mengalir paling cepat pada kuartal IV 2028 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, pemanfaatan stranded gas merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan pasokan gas bumi bagi pelanggan domestik di tengah berbagai tantangan sektor energi.
“Pemanfaatan stranded gas adalah salah satu strategi PGN dalam upaya menyediakan pasokan gas bumi bagi seluruh pelanggan domestik di tengah tantangan. Gas dari Lapangan Sengeti akan menambah pasokan gas pipa, PGN memastikan kesiapan infrastruktur maupun komersial sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Penguatan pasokan dari sumber domestik juga menjadi penting di tengah perhatian pelaku industri terhadap penyesuaian harga gas berbasis LNG yang mulai diberlakukan secara bertahap sejak Juni 2026. Menurut PGN, penyesuaian tersebut dilakukan karena mekanisme harga LNG mengikuti pergerakan indikator energi global.
PGN sebelumnya menyebut bahwa penyesuaian harga tersebut hanya berlaku untuk sekitar 21 persen pasokan gas berbasis LNG yang dikelola perusahaan, sedangkan sekitar 79 persen pasokan lainnya, termasuk gas pipa dan pasokan bagi sektor industri penerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), tetap mengikuti ketentuan pemerintah.
Di tengah kondisi tersebut, pengembangan sumber pasokan baru dari dalam negeri diharapkan dapat menjaga keandalan pasokan energi bagi industri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Selain meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik, langkah tersebut juga membuka peluang optimalisasi lapangan gas yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Ke depan, PGN menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan berbagai sumber pasokan gas bumi melalui strategi multisource gas supply dengan tetap mengutamakan pemanfaatan sumber daya energi domestik.
“Lapangan Sengeti menjadi wujud kolaborasi yang sinergis dengan dukungan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan lainnya demi memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” tutup Fajriyah. [nadira]