sportPiala Dunia 2026

Menjelang Piala Dunia 2026: Penyerang Irak Aymen Hussein Ditahan 7 Jam di Bandara AS!

Penulis Ahmad Haidir
Jun 07, 2026
Penyerang Irak Aymen Hussein berebut bola dengan bek Kuwait Fahad Al-Hajeri pada laga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia grup B antara Irak dan Kuwait di Stadion Internasional Basra pada tanggal 20 Maret 2025.(AFP/HUSSEIN FALEH)
Penyerang Irak Aymen Hussein berebut bola dengan bek Kuwait Fahad Al-Hajeri pada laga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia grup B antara Irak dan Kuwait di Stadion Internasional Basra pada tanggal 20 Maret 2025.(AFP/HUSSEIN FALEH)

Thephrase.id - Penyerang Timnas Irak, Aymen Hussein, dilaporkan sempat ditahan otoritas Amerika Serikat selama 7  jam untuk menjalani pemeriksaan setibanya di bandara Chicago, beberapa hari menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Sejumlah laporan media menyebut penahanan tersebut terjadi akibat dugaan kesalahan identitas. Tidak ada penjelasan resmi yang lebih rinci mengenai alasan pemeriksaan panjang yang dijalani pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Irak itu.

Perjalanan hidup Aymen tidak lepas dari berbagai dampak konflik yang melanda Irak sejak invasi Amerika Serikat pada 2003, termasuk kehilangan ayahnya yang merupakan seorang tentara dan kemudian tewas dalam aksi yang dikaitkan dengan Al-Qaeda beberapa tahun setelah perang berlangsung.

Kondisi keamanan yang memburuk membuat keluarganya menjadi bagian dari jutaan warga Irak yang mengungsi di dalam negeri. Sementara penghasilan Aymen sebagai pesepak bola muda di Baghdad disebut menjadi salah satu sumber utama penopang kehidupan keluarga.

Tragedi lain juga menimpa keluarganya ketika sang kakak, Atheer, diculik oleh kelompok Negara Islam atau ISIS saat organisasi tersebut menguasai wilayah asal keluarga mereka di Irak utara. Hingga kini keberadaannya tidak pernah diketahui serta dinyatakan diduga meninggal dunia.

Di tengah berbagai kesulitan tersebut, Aymen menjelma menjadi salah satu figur penting sepak bola Irak dan berhasil mencetak gol penentu yang membawa negaranya kembali lolos ke putaran final Piala Dunia setelah penantian selama empat dekade.

Keberhasilan itu membuat Aymen mendapat penghormatan khusus dari pemerintah Irak dan bahkan diterima langsung oleh perdana menteri bersama ibunya setelah keberhasilan Timnas Irak mengamankan tiket menuju Piala Dunia 2026.

Kasus yang menimpa Aymen kemudian memunculkan perdebatan di media sosial karena terjadi hanya beberapa saat sebelum Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah ajang sepak bola terbesar di dunia. Pemain berusia 30 tahun itu selama ini dikenal melalui prestasinya di lapangan dan bukan karena persoalan di luar sepak bola.

Pada saat yang hampir bersamaan, muncul laporan dari Iran yang menyebut seluruh pemain Timnas Iran telah memperoleh visa untuk mengikuti Piala Dunia 2026, akan tetapi sejumlah pejabat dan pendamping masih belum mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.

Nama-nama seperti manajer Mehdi Mohammadnabi, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran Hedayat Mombini, direktur eksekutif tim nasional Mehdi Kharaati, direktur media Mohsen Motamedkia, anggota tim media Siamak Qalichkhani, seorang analis tim nasional, serta perwakilan dari kementerian luar negeri, unsur keamanan, dan komite internasional disebut termasuk dalam daftar yang belum memperoleh visa.

Federasi dan otoritas terkait di Iran dikabarkan masih berupaya menyelesaikan proses tersebut mengingat rombongan tersebut dijadwalkan berangkat bersama Timnas Iran menuju Meksiko sebagai lokasi pemusatan latihan menjelang pertandingan pertama Piala Dunia.

Timnas Iran dijadwalkan mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni 2026 sebelum bertemu Timnas Belgia pada 21 Juni 2026 dan Timnas Mesir pada 26 Juni 2026 dalam penyisihan grup.

Selain persoalan visa dan kasus yang dialami Aymen, sejumlah isu lain juga muncul menjelang turnamen, termasuk keluhan dari Timnas Jepang mengenai kondisi lapangan pertandingan yang dianggap kurang ideal untuk dimainkan serta laporan dari beberapa tim nasional, termasuk Timnas Norwegia, terkait suhu udara yang dinilai sangat tinggi.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic