trending

Menkomdigi Klarifikasi soal Meta AI yang Viral di Threads, Bantah Batasi Konten Karhutla

Penulis Rangga Bijak Aditya
Oct 22, 2026
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid. (Foto: Instagram/meutya_hafid)
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid. (Foto: Instagram/meutya_hafid)

ThePhrase.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid memberikan klarifikasi setelah jawaban Meta AI viral di platform Threads.

Kecerdasan buatan milik Meta tersebut menyebut pemblokiran sejumlah akun dan konten kritik, termasuk terkait demonstrasi, berkaitan dengan permintaan hukum dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Polemik ini mencuat setelah warganet membagikan tangkapan layar percakapan dengan Meta AI.

Dalam salah satu jawaban yang beredar, Meta AI menyatakan, “sebagian besar pemblokiran itu karena Meta nurutin permintaan hukum dari Komdigi.”

Pernyataan tersebut memicu perdebatan mengenai transparansi moderasi konten dan kebebasan berekspresi di media sosial, terutama di tengah perhatian publik terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menanggapi isu tersebut, Meutya menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta platform digital menghapus konten atau membatasi informasi mengenai karhutla.

“Tidak ada penurunan konten maupun permintaan penurunan konten dari Kemkomdigi untuk membatasi informasi terkait kebakaran hutan dan lahan atau karhutla,” ujar Meutya melalui pernyataannya pada Rabu (21/10).

Ia menjelaskan, informasi mengenai karhutla justru dibutuhkan pemerintah sebagai masukan untuk membantu penanganan di lapangan.

Pemerintah juga mendorong transparansi dan akuntabilitas algoritma platform digital agar pengguna memiliki ruang untuk mengakses informasi.

Meutya turut meminta masyarakat yang merasa unggahannya mengenai karhutla mengalami pembatasan untuk mengajukan banding kepada platform terkait dan melaporkannya kepada Komdigi.

Meski demikian, jawaban Meta AI yang beredar di media sosial bukan dengan sendirinya merupakan pernyataan resmi perusahaan terkait kasus pemblokiran.

Moderasi konten dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kebijakan komunitas platform dan permintaan hukum yang berlaku. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic