sportLiga Inggris

Menolak Lupa! Dejavu Kelam 18 Tahun Silam: Akankah Arsenal Musim Ini Kembali Tergelincir di Tikungan Akhir?

Penulis Ahmad Haidir
Feb 20, 2026
Dunia sepak bola Inggris dihebohkan oleh temuan data statistik yang menunjukkan kemiripan luar biasa antara performa Arsenal musim ini dengan catatan kelam mereka pada musim 2007-2008. Foto X Arsenal.
Dunia sepak bola Inggris dihebohkan oleh temuan data statistik yang menunjukkan kemiripan luar biasa antara performa Arsenal musim ini dengan catatan kelam mereka pada musim 2007-2008. Foto X Arsenal.

Thephrase.id - Dunia sepak bola Inggris saat ini sedang dihebohkan oleh temuan data statistik yang menunjukkan kemiripan luar biasa antara performa Arsenal musim ini dengan catatan kelam mereka pada musim 2007-2008 saat keunggulan poin di puncak klasemen berakhir dengan kegagalan total.

Fenomena ini mulai menjadi perhatian serius setelah skuad asuhan Mikel Arteta menunjukkan pola yang hampir identik dengan periode kepemimpinan Arsene Wenger delapan belas tahun lalu, di mana keunggulan lima poin setelah pekan ke-26 perlahan sirna akibat tekanan mental yang hebat.

Pada 2008, Arsenal yang tengah mendominasi kompetisi harus bertandang ke wilayah West Midlands. Ia harus menghadapi tim papan bawah Birmingham City, sebuah laga yang secara tragis menjadi awal mula kehancuran ambisi juara mereka kala itu.

Pertandingan tersebut dikenang karena cedera parah yang menimpa Eduardo serta dua gol dari Theo Walcott yang sempat membawa harapan besar. Sebuah insiden di menit-menit akhir menghancurkan segalanya bagi publik London Utara.

"Namun pelanggaran yang dilakukan oleh Gael Clichy membuat The Gunners dihukum penalti dan membiarkan McFadden mencetak gol penyeimbang pada menit ke-95, hanya selisih satu menit lebih lambat dibandingkan gol yang dicetak Tom Edozie untuk Wolves," tulis BBC Sport.

Momen ikonik bek William Gallas yang terduduk lesu di tengah lapangan dalam keadaan syok menjadi simbol kehancuran mental tim yang kemudian gagal bangkit di sisa musim hingga harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan rival mereka.

"Setelah bermain imbang dalam pertandingan yang sebenarnya mereka dominasi, bek Arsenal William Gallas duduk di atas lapangan dalam apa yang digambarkan oleh komentator Match of the Day, Jonathan Pearce, sebagai 'keadaan tidak percaya'," tegas BBC Sport.

Kemiripan yang dianggap horor tersebut terulang kembali pada Rabu (18/2) malam lalu. Kemenangan Arsenal di markas Wolves sirna di menit ke-94 akibat gol bunuh diri Riccardo Calafiori yang secara tidak sengaja membelokkan tembakan pemain lawan ke gawang sendiri.

Hasil imbang di Molineux Stadium tersebut secara langsung memangkas jarak poin mereka dan memberikan kesempatan besar bagi Manchester City untuk mendekat. Hal ini  persis seperti saat Manchester United mengejar posisi Arsenal setelah insiden di Birmingham belasan tahun silam.

Sejarah mencatat bahwa setelah hasil imbang yang menyesakkan pada Februari 2008 tersebut, performa Arsenal langsung merosot tajam dengan hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan Premier League berikutnya.

"Tim Arsenal saat ini akan berharap bahwa kemiripan tersebut berhenti di sana. The Gunners tercatat hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan Premier League berikutnya pada delapan belas tahun yang lalu," ulas BBC Sport.

Kegagalan mempertahankan konsistensi tersebut akhirnya memaksa Arsenal finis di peringkat ketiga dengan selisih poin yang cukup jauh dari sang juara. Sebuah memori pahit yang kini kembali menghantui pikiran para pendukung setia Meriam London.

Kini, Martin Odegaard dan kawan-kawan memiliki tanggung jawab berat untuk membuktikan bahwa mentalitas mereka telah jauh lebih kuat. Hal ini harus dibuktikan melalui jadwal padat melawan tim-tim besar dalam beberapa pekan ke depan, termasuk laga penentuan di markas Manchester City.

Masa depan gelar juara Premier League musim ini masih berada di tangan para pemain Arsenal sendiri untuk menentukan apakah mereka akan mengulang sejarah kelam atau justru bangkit mengakhiri penantian panjang selama dua dekade terakhir.

"Namun dengan masa depan yang masih belum tertulis, jajaran pemain Arsenal saat ini masih memiliki kesempatan untuk mengistirahatkan hantu-hantu tahun 2008 dengan menjadi juara Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun," ungkap BBC Sport.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic