trending

Menu MBG Busuk hingga Berbelatung Saat Puasa, BGN Hentikan 47 SPPG

Penulis M. Hafid
Mar 02, 2026
Seorang ibu bertugas menutup ompreng atau food tray MBG di salah satu SPPG di Depok, Jawa Barat. Foto: ThePhrase.id/M. Hafid
Seorang ibu bertugas menutup ompreng atau food tray MBG di salah satu SPPG di Depok, Jawa Barat. Foto: ThePhrase.id/M. Hafid

ThePhrase.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara atau suspend operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul temuan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sesuai standar mutu dan kelayakan konsumsi hingga hari ke-9 evaluasi nasional Februari 2026.

Berdasarkan data Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan pada 28 Februari 2026 pukul 11.20 WIB mencatat, 47 kasus tersebut tersebar di tiga wilayah kerja. Wilayah I terdapat 5 kejadian, Wilayah II sebanyak 30 kejadian, dan Wilayah III sebanyak 12 kejadian.

Temuan BGN mengenai menu tidak layak meliputi roti berjamur, buah busuk dan berbelatung, lauk basi, telur mentah atau busuk, hingga menu yang dinilai tidak sesuai standar kualitas.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan langkah penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pengendalian mutu yang tidak bisa ditawar.

“Kami tidak mentolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh,” kata Nanik di Jakarta, dikutip Senin (2/3).

Menurut Nanik, keputusan suspend diambil setelah proses verifikasi lapangan dan laporan berjenjang dari tim pengawasan wilayah. Evaluasi dilakukan tidak hanya pada produk makanan, tetapi juga pada manajemen dapur, rantai distribusi, dan prosedur kontrol kualitas.

“Program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Karena itu, pengawasan kami lakukan secara ketat dan transparan,” tegasnya.

Dalam beberapa kasus, makanan yang terindikasi tidak layak telah ditarik sebelum dikonsumsi siswa. Namun demikian, BGN tetap menjatuhkan sanksi administratif sebagai bentuk penegakan standar dan pembelajaran sistemik bagi seluruh penyelenggara.

“SPPG yang disuspend dapat kembali beroperasi setelah seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi dan dinyatakan lolos verifikasi ulang. Kami ingin memastikan kualitas benar-benar terjaga sebelum layanan dibuka kembali,” tandasnya. (M Hafid)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic