regional

Mi Ayam, Hasil Akulturasi Budaya China hingga Jadi Favorit Masyarakat Indonesia

Penulis Ashila Syifaa
Feb 07, 2024
Ganjar Pranowo sedang makan mie ayam saat Car Free Day (CFD), Minggu (4/2/2024). (Foto: Instagram/ganjar_pranowo)
Ganjar Pranowo sedang makan mie ayam saat Car Free Day (CFD), Minggu (4/2/2024). (Foto: Instagram/ganjar_pranowo)

ThePhrase.id - Mi ayam atau yang sering disebut mie ayam sudah menjadi makanan favorit Indonesia yang dapat dijumpai di mana pun. 

Mie ayam kembali viral setelah Calon Presiden Ganjar Pranowo bersama istri, Siti Atikoh menyantap mie ayam di pinggir jalan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat seusai berolahraga di acara Car Free Day (CFD), Minggu (4/2/2024).

Ganjar menjadi pusat perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Banyak dari mereka yang meminta jabat tangan dan berswafoto. Ganjar pun mentraktir warga untuk makan mie ayam bersama.

Mie ayam sebenarnya bukan makanan asli Indonesia, namun merupakan hasil akulturasi dengan budaya Tionghoa. Pada awalnya mi ayam adalah bakmi yang merupakan hidangan mi tradisional berasal dari Tiongkok Selatan lebih tepatnya di daerah Guandong dan Fujian. Secara harfiah bakmi berarti mi babi, namun setelah masuk ke Indonesia sajiannya berubah dengan menggunakan daging ayam agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Lalu bagaimana, bakmi bisa masuk ke Indonesia?

Hidangan yang berisikan mi ditambah potongan-potongan ayam bewarna cokelat manis, rebusan sawi, pangsit yang terkadang ditambahkan dengan bakso atau ceker ini masuk ke Indonesia dibawakan oleh imigran asal Tionghoa. Mereka datang bergelombang ke Indonesia selama berabad-abad. 

Pada masa itu, Indonesia sedang berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda yang menerapkan politik keterbukaan di Jawa sehingga banyak orang Tionghoa dan Arab yang memutuskan untuk singgah dan menetap di Jawa. 

Sejak saat itu, mulai terdapat akuturasi atau percampuran dengan budaya asing yang menghasilkan budaya baru. Dari sini lah muncul perpaduan dua budaya dengan perubahan lokal yang menyesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia.

Mi Ayam  Hasil Akulturasi Budaya China hingga Jadi Favorit Masyarakat Indonesia
Hidangan mie ayam yang dilengkapi dengan potongan ayam, sayur, bakso, dan pangsit goreng. (Foto: Pexels/Suryq) 

Bakmi yang berasal dari Tionghoa tidak memiliki perbedaan dengan mi ayam yang saat ini banyak ditemukan. Keduanya terbuat dari tepung terigu yang diolah dan ditambahkan lauk berupa potongan daging dan sayuran. Perbedaanya hanya penggunaan daging, masyarakat China menggunakan daging babi, sedangkan masyarakat Indonesia menggunakan ayam untuk melengkapi mi. 

Namun, daging ayam yang digunakan dalam hidangan mie ayam merupakan ayam yang disemur dengan kecap yang membuat mie terasa lebih manis dibandingkan dengan bakmi asli Tiongkok.

Dengan terus berkembangnya masakan Indonesia, mie ayam sendiri memiliki beragam variasi rasa. Misalkan mie yamin yang khas dengan rasa kecap yang kental atau mie ayam Wonogiri yang dikenal dengan rasa rempah-rempah karena dilengkapi dengan minyak sayur, jahe, lada, ketumbar, bawang putih, dan kulit ayam. 

Selain mie ayam, ternyata masih banyak hidangan mie favorit di Indonesia yang merupakan hasil akulturasi dengan budaya Tiongkok. Salah satunya yang juga cukup terkenal dan mudah ditemukan adalah kwetiau, ifu mie, hingga bihun goreng. [Syifaa]

 
Related News

Popular News

 

News Topic