
Thephrase.id - Manchester United memasuki babak awal jeda kompetisi yang tidak biasa setelah tersingkir lebih cepat dari dua piala domestik, yang membuat musim ini menjadi salah satu dengan jumlah pertandingan paling sedikit sejak 1914-1915 dan membagi sisa kampanye ke dalam beberapa periode pertandingan terpisah.
Periode pertama dimulai dengan jeda 12 hari tanpa laga kompetitif hingga pertandingan tandang ke Everton, sebuah rentang waktu yang muncul sebagai konsekuensi langsung dari kalender yang lebih ringan dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Bagi Michael Carrick yang baru ditunjuk sebagai manajer pada 13 Januari 2026, jeda tersebut dimanfaatkan untuk memberikan waktu pemulihan kepada skuadnya, termasuk menangani keluhan fisik ringan serta memberi ruang bagi pemain untuk beristirahat.
Selain aspek kebugaran, periode tanpa pertandingan ini juga membuka ruang evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, terutama setelah hasil imbang 1-1 melawan West Ham United yang menghentikan laju kemenangan Manchester United.
Carrick tidak mengaitkan gol penyama kedudukan Benjamin Sesko pada masa tambahan waktu sebagai kelanjutan dari rangkaian kemenangan, melainkan menerima hasil tersebut sebagai penutup dari satu fase kompetisi.
"Dalam gambaran besar, kami menerima satu poin ini, sedikit menata ulang diri, dan mengevaluasinya," beber Carrick dilansir dari BBC.
Ia juga menilai bahwa secara keseluruhan capaian Setan Merah dalam sebulan terakhir tetap berada pada jalur positif jika dilihat dari konsistensi hasil yang diraih.
"Jika dilihat dalam periode lima pertandingan, hanya mendapatkan satu hasil imbang merupakan sesuatu yang sangat positif," tegasnya.
Kemenangan awal Carrick atas Manchester City dan Arsenal menjadi hasil yang tidak banyak diperkirakan, sementara kemenangan atas Fulham dan Tottenham hadir melalui proses yang menuntut penyesuaian taktik dan penyelesaian sejumlah masalah di lapangan.
Dengan kombinasi hasil tersebut serta kegagalan Chelsea dan Liverpool menjaga konsistensi, Manchester United kini berada di posisi keempat klasemen dengan keunggulan yang cukup berarti dalam persaingan menuju tiket Liga Champions.
Carrick menyoroti dinamika membangun rentetan hasil positif di kompetisi liga yang menuntut konsistensi tinggi dari pekan ke pekan.
"Kami tahu betapa sulitnya merangkai kemenangan di liga ini, terkadang semuanya mengalir dengan baik dan terlihat berbahaya, tetapi ada juga momen ketika permainan terasa lebih berat," sambung Carrick.
Pada laga melawan West Ham United, Carrick mengambil risiko taktis dengan mengubah struktur pertahanan dan memasukkan pemain menyerang tambahan, sebuah keputusan yang membuka peluang kebobolan namun pada akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan di menit ke-95.
"Selalu layak untuk mencoba mendapatkan sesuatu dari pertandingan, kami mengubah formasi menjadi tiga bek dan mendorong pemain lain untuk menyerang demi menemukan gol, dan itulah cara yang seharusnya kami lakukan," tandasnya.