Michelle Yeoh, Aktris Berdarah Asia Pemenang Golden Globe Awards

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Ajang penghargaan Golden Globe Awards ke-80 yang dipersembahkan oleh Hollywood Foreign Press Association telah diselenggarakan pada 10 Januari 2023 ini. Salah satu pemenang yang membuat banyak orang kagum adalah Michelle Yeoh.

Tercatat, ia adalah aktris berdarah Asia kedua yang memenangkan penghargaan pada kategori Best Actress – Musical or Comedy melalui film Everything Everywhere All at Once (2022). Ia berhasil mengalahkan aktris-aktris ternama lainnya pada kategori tersebut.

Dari lima nominasi, ia berhasil menghalahkan Margot Robbie dari film Babylon, Anya Taylor-Joy dari film The Menu, Emma Thompson dari film Good Luck to You, Leo Grande, dan Lesley Manville dari film Mrs. Harris Goes to Paris.

Michelle Yeoh. (Foto: Instagram/michelleyeoh_official)

Sementara itu, terkait film yang ia bintangi, Everything Everywhere All at Once (2022) merupakan film layar lebar ber-genre science fiction, fantasy, dan komedi. Ia berperan sebagai pemeran utamanya yang bernama Evelyn Wang.

Merupakan pencapaian yang luar biasa, berbagai pihak memberikan selamat kepada aktris asal Malaysia ini. Bahkan, Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia, Fahmi Fadzil turut memberikan selamat kepada dirinya.

Memang, hal ini merupakan kebanggaan, sebab  ia adalah perempuan Malaysia pertama yang berhasil memenangkan Golden Globe Awards, salah satu penghargaan bergengsi di industri perfilman.

Telah berkarier selama 40 tahun

Michelle berhasil memenangkan penghargaan bergengsi ini setelah berkarier di industri hiburan selama 40 tahun lamanya.

Lahir di Ipoh, Perak, Malaysia pada 6 Agustus 1962 Michelle adalah seorang aktris yang berkewarganegaraan Malaysia. Namun, ia mengawali kariernya sebagai aktris di Hong Kong, bukan Malaysia.

Film pertama yang dibintanginya adalah The Owl vs Bombo (1984), dan ia pernah menjadi kameo di film Twinkle, Twinkle, Lucky Stars (1995).

Michelle Yeoh. (Foto: Instagram/michelleyeoh_official)

Namun, film yang menjadi tonggak awal karier perfilmannya adalah film ketiga yang berjudul Yes, Madam (1985). Sebuah film Hong Kong yang penuh dengan seni bela diri di mana ia berperan sebagai pemeran utamanya.

Dari situ, Michelle dikenal sebagai aktris yang pandai bela diri dan selalu melakukan aksi-aksi dalam film tanpa pemeran pengganti. Dengan titel ini, ia memerankan beberapa film action seperti Magnificent Warriors (1987), Police Story 3: Super Cop (1992) bersama Jackie Chan, The Heroic Trio (1993), Tai Chi Master (1993), dan masih banyak lagi.

Rambah film Hollywood

Setelah memerankan sederet film Hong Kong dan beberapa di antaranya bersama aktor kondang Jackie Chan, Michelle kemudian mengawali kariernya di Hollywood melalui film yang tergabung dalam series James Bond.

Film tersebut berjudul Tomorrow Never Dies (1997). Pada film tersebut, ia beradu akting dengan Pierce Brosnan yang berperan sebagai James Bond. Sedangkan dirinya berperan sebagai Wai Lin, sekutu Bond yang juga merupakan agen Kementerian Keamanan Tiongkok.

Michelle Yeoh. (Foto: Instagram/michelleyeoh_official)

Selain film ini, Michelle juga dikenal membintangi sederet film yang populer di dunia.  Pertama ada film China berjudul Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000), film Amerika Memoirs of a Geisha (2005), film Amerika The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor (2008), film China Reign of Assassins (2010), film Inggris The Lady (2011), film Amerika Mechanic: Resurrection (2016), dan lain-lain.

Sementara itu, film yang membuat namanya makin melesat di kancah internasional adalah Crazy Rich Asians (2018) di mana ia berperan sebagai ibunda pemeran utama pria. Ia memerankan karakter antagonis yang tidak merestui hubungan anaknya dengan perempuan dari kalangan yang lebih rendah.

Uniknya, film ini merupakan film studio besar Hollywood pertama yang menampilkan semua pemeran berdarah Asia dalam 25 tahun terakhir. Film  ini berhasil meraih pendapatan lebih dari 235 juta dolar, dan menjadi film rom-com yang berpenghasilan tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Michelle Yeoh. (Foto: Instagram/michelleyeoh_official)

Belum selesai sampai di situ, ia juga membintangi film Hollywood ternama lainnya, yakni film Marvel berjudul Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021). Ia kemudian menjadi pemeran utama Everything Everywhere All at Once (2022) yang membawakannya penghargaan bergengsi.

Tak memiliki niat menjadi aktris

Meski telah membintangi sederet film tersohor, mendapatkan berbagai penghargaan, dan telah terjun di industri perfilman selama berpuluh-puluh tahun, ternyata Michelle memiliki cita-cita yang berbeda ketika masih belia.

Michelle kecil memiliki cita-cita ingin menjadikan penari balet. Ia juga merupakan perempuan tomboy yang senang pada berbagai jenis olahraga. Ia bahkan pernah mewakili Malaysia pada skala nasional untuk olahraga renang, menyelam, dan squash semasa remaja.

Untuk menggapai cita-citanya sebagai pebalet, kedua orang tuanya mengirimkan perempuan bernama lengkap Michelle Yeoh Choo Kheng ini ke Inggris. Ia juga mengenyam pendidikan tingkat atasnya hingga berkuliah di Inggris.

Michelle Yeoh saat belia. (Foto: michelleyeoh.info)

Sayangnya, mimpinya menjadi pebalet harus ia tinggalkan jauh-jauh ketika mengalami cedera tulang belakang selama sesi latihan. Bahkan ia belum sempat tampil di panggung sebagai balerina. Tak putus asa, ia mengalihkan fokusnya untuk mendirikan sekolah balet.

Tetapi, ketika ia lulus dan mendapatkan gelar sarjana di Inggris dan tengah pulang kampung ke Malaysia, dirinya secara diam-diam didaftarkan sang ibu untuk mengikuti kontes kecantikan nasional. Meskipun merasa dirinya tomboy, ia lanjut mengikuti rangkaian kontes kecantikan demi sang ibu.

Tak disangka, di tahun 1983 ketika usianya baru 21 tahun, ia berhasil memenangkan kontes Miss Malaysia. Ia kemudian mewakili Malaysia pada Miss World 1983 di London. Ia juga mengikuti serta memenangkan kontes Miss International Tourism Quest di Australia.

Namanya yang makin dikenal secara internasional melalui kontes kecantikan ini menarik perhatian pelaku industri hiburan di Hong Kong. Pada awalnya, ia diundang untuk shooting iklan, setelah itu ia ditawarkan untuk bermain film, dan dari situlah karier perfilmannya dimulai. [rk]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you