sportLiga Inggris

Mimpi Quadruple yang Belum Pernah Terwujud di Inggris, Bisakah Arsenal atau Manchester City Jadi yang Pertama?

Penulis Rangga Bijak Aditya
Mar 08, 2026
Arsenal masih bertarung di empat kompetisi sekaligus hingga 2026. (Foto: X Arsenal)
Arsenal masih bertarung di empat kompetisi sekaligus hingga 2026. (Foto: X Arsenal)

ThePhrase.id - Sejarah sedang mengetuk pintu di Inggris, untuk pertama kalinya, dua klub dari negara yang sama masih bertarung di empat kompetisi sekaligus hingga 2026.

Arsenal dan Manchester City sama-sama belum tersingkir dari Premier League, FA Cup, EFL Cup, maupun Liga Champions, menjadikan Quadruple, gelar paling ambisius dalam sepak bola klub, bukan sekadar angan-angan musim ini.

Akhir pekan lalu, Arsenal menyingkirkan Mansfield Town dari League One untuk melangkah ke perempat final FA Cup, sementara Manchester City menghabisi Newcastle United di laga yang sama.

Hasil undian Liga Champions pekan lalu juga memastikan kedua klub tidak akan bertemu sebelum final Mei 2026, artinya, keduanya masih bisa saling menjaga peluang masing-masing di Eropa.

BBC mengulas, quadruple sejatinya bukan mimpi baru, Celtic sudah melakukannya pada musim 1966-1967, menyapu bersih empat gelar termasuk Piala Eropa atas Inter Milan, dengan skuad yang hampir seluruhnya lahir dalam radius 30 mil dari Celtic Park.

Di Inggris, nama yang paling sering disebut ketika membicarakan pencapaian mendekati Quadruple adalah Manchester United 1998-1999 dan Manchester City 2022-2023, dua-duanya peraih Treble.

Akan tetapi, keduanya sudah tumbang di perempat final League Cup jauh sebelum musim memanas.

Mimpi Quadruple yang Belum Pernah Terwujud di Inggris  Bisakah Arsenal atau Manchester City Jadi yang Pertama
Manchester City belum tersingkir dari Premier League, FA Cup, EFL Cup, maupun Liga Champions. (Foto: X Manchester City)

Musim 2021-2022 Liverpool justru menjadi catatan paling mendekati Quadruple dalam sejarah klub Inggris, setelah The Reds mengantongi dua piala domestik sebelum akhirnya kehilangan gelar Premier League hanya selisih satu poin di hari terakhir, lalu kalah di final Liga Champions dari Real Madrid enam hari berselang.

Chelsea pun masuk hitungan di musim yang sama, tetapi disingkirkan Liverpool lewat adu penalti di final League Cup, lalu kembali kalah di final FA Cup dengan cara serupa sebelum finish di posisi ketiga liga dan tersingkir di perempat final Liga Champions.

Sejarah juga mencatat Chelsea era Jose Mourinho nyaris di 2006-2007, sebelum kandas di semifinal Liga Champions dari Liverpool lewat adu penalti, disusul gelar Premier League yang lepas ke tangan Manchester United pekan berikutnya.

Di luar Inggris, konsep Quadruple nyaris tidak relevan karena mayoritas negara Eropa tidak mengenal piala liga. Prancis bahkan menghapus Coupe de la Ligue pada 2020, Spanyol hanya memilikinya selama empat musim di era 1980-an, dan Italia tidak pernah mengadakannya sama sekali.

Jika turnamen supercup dihitung, Bayern Munchen 2012-2013 dan PSG musim lalu bisa mengklaim raihan empat trofi meski bobotnya tetap diperdebatkan.

PSG paling dekat dengan Quadruple sejati pada musim 2019-20 yang terganggu pandemi, di mana Thomas Tuchel membawa klub Paris itu meraih tiga gelar domestik sebelum kalah di final Liga Champions dari Bayern Munchen.

Kembali ke Inggris, final EFL Cup antara Arsenal dan City di Wembley pada 22 Maret 2026 kini berubah menjadi lebih dari sekadar perebutan satu trofi, ini adalah ujian pertama siapa yang lebih siap berjuang di empat medan sekaligus.

Setelah itu, keduanya masih harus bertemu lagi di Etihad Stadium pada 19 April 2026 dalam laga Premier League yang berpotensi menjadi penentu arah gelar Premier League musim ini. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic