
Thephrase.id - FIFA menghadapi penolakan dari Kepolisian Vancouver setelah adanya permintaan agar presiden mereka, Gianni Infantino, mendapatkan pengawalan motorcade level empat, yakni pengamanan yang biasanya hanya diberikan kepada kepala negara atau tokoh sekelas Paus.
Kongres tahunan FIFA yang digelar pekan ini di Vancouver menjadi latar dari permintaan tersebut. Otoritas sepak bola dunia disebut meminta fasilitas pengawalan penuh yang memungkinkan rombongan Infantino melintasi lampu lalu lintas pusat kota dengan jalanan yang ditutup sementara.
Tingkat pengamanan yang diminta itu berada hanya satu level di bawah standar untuk Paus, setara dengan presiden Amerika Serikat, dan bahkan lebih tinggi dibandingkan fasilitas yang biasa diterima perdana menteri Kanada, Mark Carney.
"Pengawalan resmi yang menghentikan lalu lintas diperuntukkan bagi kepala negara," tegas petugas hubungan media Kepolisian Vancouver dilansir The Independent.
"Karena eksekutif FIFA tidak memenuhi standar Internationally Protected Person (IPP) yang memungkinkan pengawalan seperti itu (penutupan jalan, persimpangan, tidak mengikuti rambu lalu lintas, dan sebagainya), permintaan tersebut ditolak," sambungnya.
Pemerintah Kota Vancouver kemudian menegaskan bahwa setiap pengaturan transportasi yang diberikan akan tetap disesuaikan dengan standar keamanan dan praktik yang berlaku dalam penyelenggaraan acara internasional besar di kota tersebut.
FIFA melalui juru bicaranya menyatakan bahwa Gianni Infantino tidak mengetahui ataupun terlibat dalam permintaan pengawalan tersebut kepada pihak berwenang.
"Presiden FIFA tidak mengetahui atau terlibat dalam permintaan apa pun kepada otoritas terkait transportasi dan pengamanan untuk Kongres FIFA ke-76," tulisnya.

"Sesuai dengan pengaturan sebelumnya untuk acara seperti ini, FWC26 Canada sebagai penyelenggara lokal berkoordinasi dengan otoritas untuk meminta dukungan bagi seluruh delegasi, tamu, dan pemangku kepentingan," sambungnya.
"FIFA tidak mengomentari protokol transportasi dan keamanan yang melibatkan presiden FIFA serta mengucapkan terima kasih kepada aparat penegak hukum di Vancouver atas dukungan mereka sepanjang pekan ini," lanjutnya.
Permintaan serupa sebelumnya juga sempat diajukan FIFA saat Infantino berkunjung ke Selandia Baru dalam Piala Dunia Wanita 2023, namun ditolak setelah kepolisian setempat menilai tidak sesuai dengan prosedur operasional standar.
Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung Kamis ini turut diwarnai kritik dari Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, terkait pemberian “penghargaan perdamaian” FIFA kepada Donald Trump menjelang undian Piala Dunia pada Desember lalu.
Klaveness meminta agar penghargaan tersebut dihapus karena dinilai bukan bagian dari mandat FIFA, serta menegaskan bahwa fungsi tersebut seharusnya berada di lembaga independen seperti Institut Nobel.
Sementara itu, rangkaian agenda FIFA di Vancouver juga mencakup sejumlah keputusan penting seperti perubahan aturan akumulasi kartu kuning di Piala Dunia, konfirmasi tambahan hadiah uang untuk tim peserta, serta dibukanya kembali jalan bagi Timnas Wanita Afghanistan untuk kembali berkompetisi di level internasional. ( Rudi P)