
ThePhrase.id – Minum kopi memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, salah satunya berpotensi membantu menurunkan berat badan. Tak heran, kopi hitam tanpa gula kerap menjadi pilihan bagi orang yang sedang menjalani diet. Namun, benarkah minum kopi setiap hari bisa membuat perut menjadi rata?
Faktanya, kopi tidak secara langsung membuat perut kamu rata karena tidak dapat membakar lemak secara khusus di area perut. Meski begitu, kandungan kafein di dalamnya dapat membantu proses penurunan berat badan jika diimbangi pola makan dan gaya hidup yang sehat.
Melansir alodokter, kafein merupakan stimulan sistem saraf pusat yang dapat meningkatkan kewaspadaan sekaligus merangsang proses pemecahan jaringan lemak. Sehingga perut bisa jadi terlihat lebih rata saat persentase lemak tubuh secara keseluruhan berkurang, bukan karena kopi secara khusus membakar lemak di area perut.
Kafein juga dapat meningkatkan laju metabolisme dan merangsang thermogenesis, yaitu proses tubuh menghasilkan panas dan energi dari mencerna makanan.
Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa aktif lain seperti asam klorogenat, teobromin, dan teofilin. Asam klorogenat diketahui dapat memengaruhi metabolisme glukosa dan memperlambat penyerapan karbohidrat.
Menurut Rizka Rahma Aldila, Ahli Gizi Klinik Lighthouse Clinic, kopi hitam seperti americano tidak mengandung kalori jika dikonsumsi tanpa tambahan gula dan susu. Kandungan kafein dan asam klorogenat pada kopi juga dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama dan membantu menekan nafsu makan sementara.
Namun, efek tersebut bukan berarti kopi bisa menggantikan makanan utama.
“Kalau tujuan konsumsi Americano adalah untuk skip makan secara terus-menerus, bisa berujung pada gangguan tidur, masalah lambung, ataupun gangguan metabolisme,” jelas Rizka.
Selain itu, efektivitas kopi untuk menurunkan berat badan dalam jangka panjang belum terbukti kuat. Hal ini karena tubuh dapat mengalami toleransi terhadap efek kafein sehingga efek stimulasinya bisa berkurang seiring waktu.
Bagi yang ingin memasukkan kopi ke dalam menu diet, kopi hitam tanpa gula, seperti americano, long black, dan kopi tubruk, bisa menjadi pilihan karena rendah kalori.
Kopi hijau atau biji kopi yang belum disangrai juga dapat dipertimbangkan karena mengandung asam klorogenat yang relatif tinggi. Sementara itu, cold brew tanpa tambahan gula bisa menjadi alternatif bagi yang menyukai rasa kopi lebih ringan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah tambahan gula, krimer, susu, sirup, dan whipped cream yang dapat meningkatkan jumlah kalori dalam kopi. Karena itu, pilih kopi dengan sedikit atau tanpa tambahan pemanis agar asupan kalori tetap terkendali.
Meski dapat menjadi bagian dari pola makan, kopi tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar. Batas asupan kafein yang umumnya dianggap aman bagi orang dewasa sehat adalah sekitar 400 mg per hari. Namun, jumlah kafein dalam setiap cangkir kopi bisa berbeda-beda.
Perlu diingat, kafein juga terdapat dalam teh, cokelat, minuman bersoda, dan minuman berenergi. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan insomnia, gangguan pencernaan, kecemasan, hingga jantung berdebar. Padahal, tidur yang cukup dan pola hidup yang seimbang juga penting dalam proses menjaga berat badan.
Jadi, kopi memang bisa menjadi teman diet, namun bukan menjadi jalan pintas bagi kamu yang ingin perut rata. [fa]