
Thephrase.id - Sejumlah pelatih Premier League mulai menghadapi tekanan menjelang November 2026, dengan manajer Manchester United, Michael Carrick, menjadi salah satu nama yang mendapat perhatian setelah timnya menelan kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions.
Hasil buruk di Stadion Giuseppe Sinigaglia tersebut menambah persoalan Carrick, terlebih kapten Manchester United, Bruno Fernandes, melontarkan komentar mengenai pendekatan taktik tim setelah pertandingan.
Melansir BBC, berdasarkan catatan sepanjang 34 musim Premier League yang telah rampung, November dan Desember merupakan periode paling sering terjadi pergantian pelatih karena hampir sepertiga dari seluruh kepergian manajer berlangsung dalam dua bulan tersebut.
Klub-klub Inggris cenderung melakukan perubahan menjelang jeda internasional pada akhir tahun, periode Natal, serta pembukaan bursa transfer Januari yang mulai diberlakukan pada 2003.
Pada musim 2025-2026, sebanyak 11 pelatih meninggalkan klub masing-masing dengan rata-rata masa jabatan hanya 310 hari, angka terendah kedua sepanjang sejarah Premier League setelah musim 1994-1995 yang mencatatkan rata-rata 154 hari.
Dari 11 pergantian tersebut, hanya Enzo Maresca yang meninggalkan Chelsea atas keinginannya sendiri, sedangkan seluruh 20 klub Premier League musim ini masih mempertahankan pelatih mereka hingga memasuki akhir Oktober.
Catatan pemecatan tercepat juga pernah dialami Sam Allardyce yang hanya bertahan 30 hari bersama Leeds United pada musim 2022-2023, sementara Ange Postecoglou kehilangan pekerjaannya di Nottingham Forest setelah 39 hari dan Igor Tudor di Tottenham Hotspur setelah 44 hari.
Tekanan terhadap Carrick semakin meningkat setelah kekalahan dari Como, sementara mantan bek Manchester City, Nedum Onuoha, menilai terdapat perbedaan pandangan antara pelatih dan pemain mengenai penyebab buruknya penampilan Manchester United.

"Bruno Fernandes menganggap taktik yang diterapkan pada pertandingan ini pada dasarnya keliru, sementara Michael Carrick menilai para pemain tidak cukup banyak berlari agar taktik tersebut berjalan dengan baik," ujar Onuoha.
"Ketika perbedaan pandangan seperti itu muncul, sangat sulit untuk menjaga semangat dan dukungan terhadap pelatih di dalam ruang ganti," lanjutnya.
"Jadi, menurut saya, ketika Carrick menghampiri para suporter itu, dia tahu betapa buruknya pertandingan ini," tambah Onuoha.
Selain Carrick, pelatih Nottingham Forest, Oliver Glasner, dan Sunderland, Regis Le Bris, turut menghadapi tekanan, sedangkan Pierre Sage harus memperbaiki performa Crystal Palace setelah kekalahan 0-5 dari Brighton meski baru empat bulan menangani klub tersebut.
Sementara itu, Roberto De Zerbi mulai meredakan tekanan di Tottenham Hotspur setelah mencatatkan dua kemenangan beruntun, begitu pula Alvaro Arbeloa bersama Fulham yang meraih dua kemenangan berturut-turut dengan skor identik 1-0.