
Thephrase.id - Dokumen terbaru yang dirilis dalam rangkaian berkas Jeffrey Epstein mengungkap bahwa sejumlah figur penting di dunia Formula 1, sepak bola, dan olahraga Amerika Serikat tercatat masih memiliki hubungan komunikasi atau disebut dalam korespondensi internal setelah Epstein divonis bersalah dalam kasus kejahatan seksual pada 2008.
Rilis jutaan dokumen yang dipublikasikan pada pekan lalu tersebut memuat surel dan pesan singkat yang melibatkan Epstein dengan berbagai tokoh publik, sebagian di antaranya sebelumnya menyatakan telah menjaga jarak sejak putusan hukum terkait permintaan prostitusi dari anak di bawah umur.
Berkas itu juga menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran hukum, meskipun percakapan yang terekam memperlihatkan pembahasan relasi pribadi maupun potensi kerja sama bisnis antara Epstein, yang meninggal dunia di penjara pada 2019, dan sejumlah eksekutif olahraga tingkat tinggi.
Salah satu nama yang muncul dalam dokumen tersebut adalah Jean Todt, mantan Presiden FIA dan eks bos Ferrari, yang berdasarkan korespondensi surel tercatat mengunjungi Epstein di kediamannya di New York pada 2017.
"Jean, maaf pertemuannya sangat singkat dan Terje tidak memberi saya pemberitahuan sebelumnya untuk membantu menyiapkan kesenangan," tulis Epstein dalam surel kepada Jean Todt pada Mei 2017 dilansir BBC.
"Senang bisa mengenal Anda melalui teman kita bersama, Terje. Beri tahu saya jika Anda datang ke Paris atau Jenewa. Saya akan kembali ke New York pada pertengahan Juli," balas Jean Todt kepada Epstein dalam korespondensi lanjutan yang juga menyebut peran diplomat Norwegia Terje Rod-Larsen sebagai penghubung.
Nama Flavio Briatore, yang kini berperan sebagai penasihat eksekutif dan figur sentral di tim Alpine F1, juga tercantum dalam berkas tersebut, termasuk dalam surel 2010 yang menyebutkan keinginan Briatore untuk berbicara dengan Epstein serta pembahasan mengenai properti di kawasan Chelsea, London.
Dokumen yang sama memperlihatkan bahwa investor Crystal Palace Josh Harris masih tercatat berkomunikasi dengan Epstein melalui surel dan panggilan telepon beberapa tahun setelah vonis, termasuk pertemuan sarapan pada 2013 yang diikuti dengan pengiriman pesan ucapan terima kasih.
"Josh Harris tidak pernah memiliki hubungan independen dengan Jeffrey Epstein. Harris berupaya mencegah Epstein mengembangkan hubungan korporasi dengan Apollo," lanjutnya.
"Sebagaimana ditunjukkan dalam surel-surel tersebut, Harris berusaha menghindari pertemuan dengan Epstein, membatalkan janji, dan meminta pihak lain untuk mengembalikan panggilan teleponnya," tegasnya.
Surel lain menunjukkan Epstein melakukan dua pertemuan dengan Todd Boehly pada 2011, ketika Boehly masih menjadi bagian kepemilikan Los Angeles Dodgers dan mitra pengelola di Guggenheim Partners, meskipun hingga kini tidak ada pernyataan publik dari pihak Boehly maupun Chelsea terkait temuan tersebut.

"Sebagaimana sangat jelas dari dua surel yang dirujuk dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Tuan Desmond tidak memiliki kontak apa pun dengan Tuan Epstein," ujar perwakilan Dermot Desmond dalam pernyataan resminya.
"Setiap penyebutan nama Tuan Desmond sepenuhnya bersifat kebetulan dan tanpa keterlibatan maupun sepengetahuannya. Ia tidak pernah bertemu dengan Tuan Epstein dan tidak memiliki hubungan apa pun dengannya. Pembahasan dalam surel tersebut semata-mata berkaitan dengan transaksi bisnis rutin bersama Gerald G. Barton, yang pada akhirnya tidak berlanjut," lanjut pernyataan tersebut.
Dokumen tersebut turut mencatat pertukaran surel antara salah satu pemilik New York Giants, Steve Tisch, dan Epstein pada awal 2010-an, termasuk pesan yang mengindikasikan upaya Epstein mengatur pertemuan antara Tisch dan sejumlah perempuan.
"Kami memiliki hubungan singkat yang terbatas pada pertukaran surel mengenai perempuan dewasa, serta pembahasan tentang film, filantropi, dan investasi. Saya tidak pernah menerima undangan apa pun darinya dan tidak pernah mengunjungi pulaunya. Seperti yang kini kita ketahui, ia adalah orang yang sangat buruk dan saya sangat menyesal pernah memiliki keterkaitan dengannya," kata Steve Tisch dalam pernyataan tertulisnya.
"Kami akan meninjau seluruh fakta. Kami akan melihat konteks dari pesan-pesan tersebut. Kami akan berupaya memahaminya dan menilai bagaimana hal itu sesuai dengan kebijakan yang berlaku," ucap Komisaris NFL Roger Goodell ketika dimintai tanggapan terkait kemungkinan penyelidikan lebih lanjut.