trending

NASA dan JAXA akan Luncurkan Satelit Kayu Pertama di Dunia

Penulis Nadira Sekar
Nov 23, 2023
Foto: Ilustrasi Satelit (freepik.com photo by vecstock)
Foto: Ilustrasi Satelit (freepik.com photo by vecstock)

ThePhrase.id - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika (NASA) dan Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) dilaporkan akan meluncurkan satelit kayu pertama di dunia bernama ‘LignoSat’ pada tahun 2024 mendatang. 

Satelit ini dirancang untuk mengatasi masalah sampah luar angkasa dengan memanfaatkan bahan yang dapat diperbaharui dan terurai secara alami, sehingga secara signifikan mengurangi dampak lingkungan dari pesawat luar angkasa saat kembali ke Bumi.

LignoSat memiliki struktur kubus kecil dengan diameter sekitar 10 sentimeter dan berat sekitar 330 gram. Satelit ini akan dibangun dari kayu magnolia Jepang yang telah diolah. Bahan ringan dan tahan lama ini dipilih secara cermat karena ketangguhannya di kondisi luar angkasa.

Proyek yang telah dimulai sejak April 2020 sebagai kolaborasi antara Kyoto University dan Sumitomo Forestry ini akan digunakan untuk menjalani misi yang kompleks. Satelit ini akan dilengkapi dengan berbagai sensor dan peralatan untuk mengevaluasi kinerja kayu di luar angkasa serta mengumpulkan data berharga tentang kemungkinan penerapannya di pesawat luar angkasa masa depan.

Eksperimen ini akan memusatkan pada penilaian konduktivitas termal kayu, integritas strukturalnya, serta kemampuannya menahan efek dari paparan radiasi.

Misi LignoSat menjadi langkah penting dalam mengurangi masalah sampah luar angkasa yang terus bertambah. Saat ini, jutaan potongan sampah luar angkasa buatan manusia seperti satelit mati, tahapan roket, dan fragmen lainnya mengorbit Bumi, mengancam pesawat luar angkasa yang beroperasi dan upaya eksplorasi luar angkasa di masa depan. Penggunaan kayu dalam konstruksi satelit dapat secara signifikan mengurangi masalah ini.

Di ruang hampa luar angkasa, kayu menunjukkan stabilitas luar biasa, tidak terbakar maupun membusuk. Namun, saat kembali ke atmosfer Bumi, kayu akan terbakar menjadi abu halus tanpa meninggalkan sampah berbahaya. Sifat unik ini membuat kayu menjadi bahan ramah lingkungan yang tidak membahayakan planet ini.

Pengujian yang ekstensif telah mengonfirmasi ketahanan luar biasa kayu di lingkungan ekstrim luar angkasa. Meskipun mengalami fluktuasi suhu yang signifikan, terpapar radiasi kosmik yang intens, dan terkena serangan partikel matahari berbahaya selama periode sepuluh bulan, sampel kayu tidak menunjukkan tanda-tanda dekomposisi atau deformasi seperti retak, melengkung, mengelupas, atau kerusakan permukaan.

Misi LignoSat merupakan momen penting dalam teknologi luar angkasa, yang menunjukkan potensi kayu sebagai bahan konstruksi pesawat luar angkasa yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. [nadira]

 
Related News

Popular News

 

News Topic