sportF1

Nasib F1 Bahrain dan Arab Saudi di Ujung Tanduk, Terancam Dibatalkan dan Tanpa Pengganti

Penulis Rangga Bijak Aditya
Mar 14, 2026
Rencana penyelenggaraan dua seri Formula 1 di Timur Tengah pada April 2026 berada di ambang pembatalan. (Foto: Instagram F1)
Rencana penyelenggaraan dua seri Formula 1 di Timur Tengah pada April 2026 berada di ambang pembatalan. (Foto: Instagram F1)

ThePhrase.id - Rencana penyelenggaraan dua seri Formula 1 di Timur Tengah pada April 2026 berada di ambang pembatalan setelah konflik yang melibatkan Iran memicu situasi keamanan tidak menentu di kawasan tersebut.

Balapan di Sirkuit Internasional Bahrain semula dijadwalkan berlangsung pada 10-12 April 2026 sebagai putaran keempat musim 2026 sebelum kejuaraan berlanjut ke Jeddah, Arab Saudi, pada 17-19 April 2026.

Situasi berubah setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk menyusul gelombang serangan yang sebelumnya dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Bahrain dan Arab Saudi termasuk di antara negara yang terdampak dalam eskalasi tersebut sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan penyelenggaraan dua seri Formula 1 di kawasan itu.

Keputusan mengenai kelanjutan balapan harus diambil dalam waktu dekat karena tim-tim Formula 1 memiliki jadwal pengiriman logistik yang ketat untuk memindahkan perlengkapan balap mereka ke Timur Tengah.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, sumber yang mengetahui situasi menyebutkan bahwa dua balapan pada April kemungkinan besar tidak akan digelar sesuai jadwal.

Nasib F1 Bahrain dan Arab Saudi di Ujung Tanduk  Terancam Dibatalkan dan Tanpa Pengganti
Jadwal balapan F1 musim ini. (Foto: Instagram F1)

Kalender kejuaraan dunia Formula 1 musim 2026 saat ini memuat 24 seri dan pembatalan dua balapan di Timur Tengah berpotensi membuat jumlahnya berkurang menjadi 22 akhir pekan Grand Prix.

Kepadatan jadwal pada paruh akhir musim dari Maret hingga Desember 2026 juga membuat peluang mengganti seri Bahrain dan Arab Saudi dengan lokasi lain menjadi sangat kecil.

Tanpa kepastian mengenai kapan konflik akan berakhir atau apakah eskalasi akan kembali meningkat, Formula 1 tidak ingin berada dalam situasi di mana perebutan gelar juara dunia terpengaruh oleh pembatalan balapan di bagian akhir musim.

Apabila dua seri tersebut benar-benar dicoret, kalender balapan akan memiliki jeda sekitar lima minggu antara Grand Prix Jepang pada 27-29 Maret 2026 sebagai putaran ketiga musim dan Grand Prix Miami yang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Mei 2026.

Hingga kini, pihak Formula 1 maupun Federasi Otomotif Internasional belum memberikan komentar resmi terkait kemungkinan pembatalan dua balapan tersebut.

Sirkuit Portimão di Portugal dan Imola di Italia sempat disebut sebagai opsi pengganti, tetapi waktu persiapan yang tersisa dinilai terlalu sempit untuk menggelar balapan pada April 2026. (Rangga)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic