sport

NBA Ekspansi ke Seattle dan Las Vegas, Jumlah Peserta Bertambah Jadi 32 Tim: Harga Franchise Sentuh Rp155 Triliun

Penulis Ahmad Haidir
Mar 17, 2026
Center San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, bakal mendapatkan dua lawan baru pada beberapa musim ke depan. Foto X NBA.
Center San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, bakal mendapatkan dua lawan baru pada beberapa musim ke depan. Foto X NBA.

Thephrase.id - Komisioner Adam Silver pada Desember 2020 mengungkapkan bahwa NBA kembali membuka pembahasan ekspansi liga setelah hampir dua dekade, sebuah wacana yang dalam lima tahun terakhir berkembang menjadi industri tersendiri dengan antusiasme yang terus meningkat di berbagai kalangan.

Setelah melalui berbagai tahap yang tidak selalu mulus, liga kini bergerak menuju penambahan dua tim baru dengan laporan bahwa rapat dewan gubernur pekan depan akan memasukkan agenda pemungutan suara untuk menjajaki kehadiran waralaba di Seattle dan Las Vegas mulai musim 2028-2029.

Ekspansi ini pada dasarnya adalah keputusan ekonomi bagi 30 pemilik klub yang saat ini menguasai masing-masing 3,33 persen saham liga, yang nantinya akan turun menjadi 3,13 persen jika jumlah tim bertambah menjadi 32.

Penurunan persentase tersebut terlihat kecil, namun nilainya menjadi signifikan dalam jangka Panjang. Hal ini jika dikaitkan dengan kontrak hak siar liga berdurasi 11 tahun senilai 76 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.178 triliun yang dibagi antara Disney, Amazon, dan Comcast.

Daya tarik utama bagi para pemilik klub terletak pada biaya ekspansi yang tidak dibagi dengan pemain dan sepenuhnya masuk ke kantong pemilik, dengan proyeksi nilai tiap tim baru berada di kisaran 7 hingga 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp108 triliun hingga Rp155 triliun.

Apabila dua tim baru dijual dengan total nilai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp232 triliun, maka masing-masing dari 30 pemilik klub saat ini berpotensi langsung menerima sekitar 500 juta dolar AS atau setara Rp7,7 triliun sebagai insentif finansial.

Di dalam lingkaran internal liga, ekspansi ini sudah lama dianggap sebagai langkah yang hampir pasti terjadi, terlebih setelah Adam Silver memberi sinyal bahwa keputusan resmi akan diambil pada 2026.

Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan dewan gubernur yang membutuhkan persetujuan minimal 23 dari 30 pemilik klub. Sementara National Basketball Players Association tidak memiliki hak suara dalam keputusan penambahan tim meskipun mereka berpotensi diuntungkan dari tambahan slot pemain.

Seattle menjadi kandidat utama karena dianggap sebagai upaya memperbaiki keputusan masa lalu setelah kehilangan tim sejak Seattle SuperSonics pindah menjadi Oklahoma City Thunder pada 2008, dengan kembalinya tim ke kota tersebut berpotensi menjadi momen penting dalam era kepemimpinan Silver.

Kendala utama yang dulu menghambat kembalinya NBA ke Seattle, yaitu fasilitas arena, telah teratasi sejak dibukanya Climate Pledge Arena pada 2021 yang kini menjadi markas tim WNBA dan NHL.

Sementara itu, Las Vegas berkembang pesat sebagai pusat olahraga baru di Amerika Serikat, ditandai dengan kehadiran Las Vegas Raiders, Vegas Golden Knights, serta rencana kepindahan Oakland Athletics, menjadikannya kota yang semakin relevan bagi ekspansi NBA.

Penambahan dua tim di wilayah Barat akan memaksa satu tim berpindah ke Wilayah Timur, dengan kandidat terkuat berada di antara Minnesota Timberwolves, New Orleans Pelicans, dan Memphis Grizzlies berdasarkan pertimbangan geografis.

Format kompetisi diperkirakan tidak berubah untuk playoff, namun jumlah tim baru berpotensi memperbaiki format turnamen NBA Cup menjadi lebih seimbang dengan pembagian grup yang lebih ideal.

NBA juga akan mengevaluasi ulang seluruh mekanisme ekspansi, mulai dari draft khusus ekspansi hingga aturan batas gaji. Proyeksi tim baru hanya memiliki sekitar 66,6 persen dari salary cap liga atau sekitar 121,9 juta dolar AS setara Rp1,89 triliun pada dua musim awal sebelum mencapai batas penuh pada tahun ketiga.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic