
ThePhrase.id - Netflix, Inc. memutuskan mundur dari proses akuisisi Warner Bros. Discovery setelah memilih tidak menaikkan nilai penawarannya. Sebelumnya, Netflix sempat mencapai kesepakatan awal untuk mengakuisisi sebagian aset Warner Bros. Discovery dengan valuasi sekitar US$82 miliar.
Keputusan tersebut diambil setelah Dewan Direksi Warner Bros. Discovery menilai proposal terbaru dari konsorsium Paramount Global yang didukung Skydance Media lebih unggul dibandingkan penawaran Netflix.
Menanggapi hal ini, co-CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, menyatakan perusahaan memilih mundur karena nilai transaksi dinilai tidak lagi menarik secara finansial. Menurut mereka, akuisisi Warner Bros. Discovery sejak awal merupakan peluang strategis, bukan kebutuhan utama perusahaan.
“Transaksi ini selalu menjadi ‘nice to have’ pada harga yang sesuai, bukan ‘must have’ dengan harga berapa pun,” ujar keduanya dalam pernyataan resmi. Netflix juga menyampaikan apresiasi kepada CEO WBD, David Zaslav, serta jajaran direksi atas proses negosiasi yang berlangsung secara adil dan transparan.
Meski batal mengakuisisi Warner Bros. Discovery, Netflix menegaskan kondisi bisnisnya tetap kuat dan terus bertumbuh secara organik. Perusahaan berencana menginvestasikan sekitar US$20 miliar tahun ini untuk produksi film dan serial baru, sekaligus melanjutkan program pembelian kembali saham sebagai bagian dari strategi alokasi modal jangka panjang.
Netflix juga menegaskan akan tetap berfokus pada strategi utamanya selama lebih dari dua dekade terakhir, yakni memperluas layanan streaming global, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dengan mundurnya Netflix, Paramount Skydance kini menjadi kandidat terkuat untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery setelah meningkatkan penawarannya menjadi US$31 per saham. Jika memperoleh persetujuan regulator, akuisisi ini berpotensi memberikan kendali atas sejumlah aset utama Warner Bros. Discovery, termasuk layanan streaming HBO Max, jaringan berita CNN, Food Network, serta portofolio produksi film dan olahraga global. [nadira]