New York Diterpa Badai Salju Terbesar

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Wilayah barat New York  diterpa badai salju terbesar, setidaknya sejak tahun 2014. Beberapa wilayah pun ditutup salju dengan tinggi lebih dari 1,9 m yang mengakibatkan jalanan ditutup, adanya larangan mengemudi dan sejumlah penerbangan dibatalkan.

Meski saat ini badai salju sudah mereda, National Weather Service mengungkap bahwa diperkirakan akan ada badai salju lanjutan terutama di wilayah Buffalo pada Sabtu, 26 November 2022 mendatang.

Foto: Seorang Warga Membersihkan Salju Tebal Akibat Badai di Hamburg, New York (John Normile/Getty Images)

“Meskipun akan bergerak cepat, ada kemungkinan ada tambahan sekitar setengah kaki atau lebih di seluruh wilayah metro Buffalo,” kata National Weather Service.

Badai salju ekstrem tersebut telah menyebabkan setidaknya tiga korban jiwa. Dua orang dilaporkan terkena serangan jantung saat membersihkan salju di Erie County, menurut The Associated Press. Korban ketiga terjadi di Erie County dengan penyebab yang sama sebagaimana  dikonfirmasi oleh Eksekutif Erie County Mark Poloncarz pada Senin (21/11). Seorang pengemudi snowplow di Hamlet, Indiana, juga tewas pada hari Jumat setelah kendaraannya meluncur dari jalan karena salju.

Gubernur New York, Kathy Hochul menyebut peristiwa itu “ekstrim” dalam konferensi pers pada hari Kamis sebelum salju terburuk dimulai ketika keadaan darurat mulai dikeluarkan untuk 11 wilayah. Menjelang salju pertama, lebih dari 300 alat bajak dan 5.700 tenaga listrik dikerahkan atau disiagakan.

Pada Sabtu pagi, 70 anggota Garda Nasional dikerahkan ke kota-kota selatan. Pada Sabtu sore, jumlah anggota Garda Nasional yang dikirim menjadi dua kali lipat. Beberapa sekolah juga diharuskan untuk tutup akibat peristiwa tersebut.

Wilayah Badai Salju

Badai salju bukanlah hal yang tak lazim terjadi di wilayah New York. Melansir Times Indonesia, seorang warga lokal mengungkap bahwa setiap tahun wilayah Buffalo memang mengalami itu. “Tiap tahun kayak gini di Buffalo, bukan hal yang baru lagi,” ungkap Taria Daniels salah satu warga Buffalo New York.

Meskipun badai salju yang merupakan efek dari presipitasi danau biasa terjadi di New York bagian barat sepanjang akhir tahun ini,l. Jumlah salju yang turun dan intensitasnya menjadikan peristiwa kali ini dianggap sebagai badai ekstrim.

Badai kali ini pun dikatakan lebih parah daripada Snowvember. “Snowvember” mengacu pada badai di daerah Buffalo pada November 2014, di mana hampir 7 kaki salju turun dalam tiga hari. Sedikitnya 13 orang tewas dalam badai itu dan beratnya salju menyebabkan puluhan atap runtuh. [nadira]

 

 

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you