
ThePhrase.id - Wudhu atau bersuci dari hadats kecil merupakan salah satu syarat sah shalat. Dalam situasi normal (bukan rukhsah), seseorang yang melaksanakan shalat tanpa berwudhu maka shalatnya tidak sah karena tidak memenuhi syarat.
Dalam sejarahnya, wudhu disyariatkan pada malam Isra Mi’raj sebagaimana kewajiban shalat. Wudhu disyariatkan karena shalat merupakan munajat kepada Tuhan sehingga dibutuhkan badan atau raga dalam keadaan suci. (Dikutip dari Kitab: Busyral Karim bi Syarhi Masaa’ilit Ta’lim, Karya Abdullah Bafadhal Al-Hadhrami).
Perintah Berwudhu
Adapun dalil yang mendasari perintah wudhu sebelum shalat adalah al-Qur’an Surat al-Maidah ayat 6:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”
Sedangkan dalil tentang ditolaknya shalat tanpa bersuci (wudhu) tercantum dalam hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Artinya: “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci,” (HR Muslim).
Juga dalam riwayat Bukhari dan Muslim dengan makna hadits yang serupa, yaitu ditolaknya shalat seseorang tanpa bersuci, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Artinya: “Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian bila berhadats sampai ia berwudhu,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Wajib Wudhu ada Enam
Wudhu akan dianggap sah jika melaksanakan 6 wajib wudhu sebagai berikut:
1. Niat wudhu
Pelaksanaan niat wudhu dalam hati berbarengan ketika membasuh wajah, adapun lafadz niat wudhu yang dapat dibaca adalah:
(Nawaitu raf‘al hadatsi lillaahi ta’aalaa)
Atau lafadz niat lainnya:
(Nawaitul wudhuu’a lillaahi ta’aalaa)
2. Membasuh wajah
Menurut Imam an-Nawawi, batas wajah dalam wudhu secara vertikal adalah antara tempat tumbuhnya rambut hingga dagu bagian bawah. Dan secara horisontal, antara kedua telinga kanan dan kiri.
3. Membasuh kedua tangan hingga siku
Dalam membasuh tangan, seluruh kulit, kuku, dan rambut mulai dari ujung jari hingga siku harus terbasuh. Termasuk kulit di bawah kuku. Karena itu, kulit yang ada di bawah kuku perlu dijaga kebersihannya agar tidak ada kotoran yang dapat mengahalangi air sampai pada kulitnya.
4. Mengusap sebagian kepala
Batasan minimal mengusap sebagian kepala adalah sampainya air ke sebagian kecil kepala atau sehelai rambut yang tumbuh di area kepala. Adapun mengusap rambut yang menjuntai di luar area kepala (misalnya rambut kepala yang menjuntai di wilayah bahu atau punggung) maka itu dianggap tidak sah.
5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
Dalam membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki adalah semua bagian anggota tubuh yang ada pada area tersebut seperti bulu kaki, kuku dan sebagainya.
6. Tertib
Tertib adalah melakukan kegiatan wudhu secara berurutan sebagaimana urutan di atas, yakni dimulai dengan niat dan membasuh muka, membasuh kedua tangan beserta kedua siku, mengusap sebagian kecil kepala, dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki.
Wajib dan sunnah wudhu
Adapun wajib dan sunnah wudhu berdasarkan urutan dan rangkaiannya adalah sebagai berikut:
1. Bersiwak.
2. Membaca basmalah.
3. Membasuh kedua tangan.
4. Berkumur-kumur sebanyak 3 kali.
5. Menghirup air ke dalam hidung (istinsyaq) 3 kali.
6. Melafalkan niat.
7. Memasang niat wudhu dalam hati berbarengan dengan membasuh wajah.
8. Membasuh wajah 3 kali.
9. Membasuh tangan hingga siku sebanyak 3 kali.
10. Mengusap sebagian kulit kepala dengan air 3 kali.
11. Menyapu seluruh bagian kepala.
12. Menyapu kedua telinga 3 kali.
13. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak 3 kali.
14. Menghadap kiblat.
15. Membaca doa setelah wudhu.
Adapun lafadz doa setelah wudhu adalah sebagai berikut:
(Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lahuu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allaahummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriin. Subhaanakallaahumma wa bi hamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik)
Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu. (Z. Ibrahim)