
ThePhrase.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dikabarkan telah mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Sarmuji mengungkapkan Nusron mengajukan pengunduran diri secara langsung kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
"Iya. Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu. Pak Nusron menemui langsung Ketua Umum," kata Sarmuji, dikutip Senin (21/9).
Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan di balik mundurnya Nusron dari kepengurusan Partai Golkar.
"Saya tidak tahu persis alasannya. Mungkin ingin fokus ke hal lain," ujarnya.
Nusron merupakan salah satu pengurus DPP Partai Golkar periode 2024-2029, ia didapuk sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.
Kendati sudah tidak lagi menjadi pengurus, Nusron masih tetap berstatus sebagai anggota partai berlambang pohon beringin itu.
"Iya beliau tetap menjadi anggota Golkar," ungkap Sarmuji.
Nama Nusron menjadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan ATR/BPN.
Dalam operasi itu, terdapat empat orang kepercayaan Nasron yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) oleh Summarecon.
"Terkait soal NW (Nusron Wahid) sudah disebutkan di pemeriksaan-pemeriksaan. Nah, ini memang sedang didalami oleh tim penyidik dalam proses penyidikan," kata Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9). (M Hafid)