lifestyleHealth

Oatzempic, Minuman Oat Viral yang Disebut Mirip Ozempic

Penulis Nadira Sekar
Feb 21, 2026
Foto: Ilustrasi Oat (freepik.com photo by chandlervid85)
Foto: Ilustrasi Oat (freepik.com photo by chandlervid85)

ThePhrase.id - Media sosial kembali diramaikan tren diet baru bernama Oatzempic. Minuman sederhana berbahan oat, air, dan perasan jeruk nipis ini viral di TikTok dan Instagram. Oatzempic diklaim mampu membuat kenyang lebih lama, menekan nafsu makan, bahkan disebut-sebut sebagai alternatif alami obat penurun berat badan.

Nama Oatzempic merupakan permainan kata dari “oat” dan “Ozempic”. Penyebutan ini muncul karena minuman tersebut dianggap memberikan efek serupa, yakni membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung penurunan berat badan.

Namun, benarkah Oatzempic bekerja seperti yang diklaim?

Mengutip laporan The Conversation, Oatzempic sejatinya hanyalah minuman berbasis oat tanpa resep baku dan tanpa dukungan penelitian ilmiah khusus sebagai metode penurunan berat badan. Umumnya, minuman ini dibuat dari satu hingga dua sendok makan oat yang diblender dengan air, lalu diminum langsung. Beberapa orang menambahkan jeruk nipis atau kayu manis untuk memberi rasa.

Rasa kenyang setelah mengonsumsi Oatzempic dapat dijelaskan secara ilmiah. Oat mengandung beta-glukan, yaitu serat larut yang membentuk gel saat bercampur dengan cairan. Serat ini memperlambat proses pencernaan sehingga membuat perut terasa kenyang lebih lama. Beta-glukan juga diketahui berperan dalam membantu mengontrol nafsu makan, kadar gula darah, dan kolesterol.

Meski demikian, rasa kenyang tidak otomatis berarti penurunan berat badan yang signifikan dan berkelanjutan. Tidak ada bukti bahwa Oatzempic bekerja seperti Ozempic atau memiliki efek hormonal serupa. Jika seseorang mengalami penurunan berat badan setelah rutin mengonsumsinya, hal tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh defisit kalori, misalnya karena melewatkan waktu makan, mengganti sarapan tinggi kalori, atau secara tidak sadar mengurangi porsi makan harian.

Hal serupa juga disampaikan oleh Mayo Clinic yang menyebut Oatzempic pada dasarnya hanyalah oatmeal cair. Efek penurunan berat badan yang mungkin terjadi lebih berkaitan dengan pembatasan kalori, pola makan terbatas waktu, atau efek kenyang dari serat, bukan karena minuman ini memiliki mekanisme kerja seperti obat medis.

Meski terlihat aman, mengonsumsi Oatzempic sebagai pengganti makan utama dalam jangka panjang tetap berisiko. Asupan nutrisi bisa menjadi tidak seimbang karena tubuh tidak mendapatkan protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral yang cukup. Selain itu, konsumsi serat berlebihan pada sebagian orang dapat memicu gangguan pencernaan seperti kembung atau diare.

Kesimpulannya, Oatzempic lebih tepat dipandang sebagai tren diet viral ketimbang solusi ilmiah. Minuman ini mungkin membantu sebagian orang merasa lebih kenyang, tetapi tidak dapat disamakan dengan obat medis penurun berat badan. Kamu mau coba? [nadira]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic