sportLiga Inggris

Oleng di Premier League, Arsenal Bikin Penggemarnya Gemeteran: Keunggulan 9 Poin Terancam Jadi Sejarah Kelam

Penulis Ahmad Haidir
Apr 13, 2026
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dalam tekanan. Foto X Arsenal.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dalam tekanan. Foto X Arsenal.

Thephrase.id - Perjalanan Arsenal dalam perburuan gelar kembali memasuki periode yang tidak asing, ketika posisi puncak klasemen yang sempatkuasai dengan meyakinkan perlahan mulai terancam.

Mengingat sejarah menunjukkan bahwa tim asal London Utara itu pernah mengalami situasi serupa, memimpin dalam perebutan titel namun akhirnya gagal di garis akhir.

Keunggulan sembilan poin setelah 32 pertandingan yang seharusnya menjadi fondasi kuat justru kini berubah menjadi tekanan tersendiri, sebab dalam sejarah Premier League belum pernah ada tim yang gagal mengunci gelar dari posisi seaman itu pada tahap musim seperti ini.

Pertanyaan pun mencuat mengenai apakah skuad racikan Mikel Arteta akan menjadi tim pertama yang menyia-nyiakan keunggulan sebesar itu, terutama setelah dinamika terbaru yang membuat persaingan kembali terbuka.

BBC mengulas, situasi sempat terlihat menguntungkan ketika pesaing terdekat, Manchester City, kehilangan poin dalam dua laga beruntun sementara Arsenal merangkai empat kemenangan, memunculkan asumsi bahwa penantian 22 tahun mereka untuk kembali menjadi juara liga akan segera berakhir.

Akan tetapi kekalahan kandang 1-2 dari AFC Bournemouth pada Sabtu, 11 April 2026 menjadi titik balik yang mengubah narasi, membuka kembali peluang bagi tim asuhan Pep Guardiola yang masih memiliki dua pertandingan lebih banyak untuk dimainkan.

Arteta menggambarkan kekalahan tersebut sebagai "pukulan besar di wajah" dan "hari yang menyakitkan," sembari menekankan pentingnya respons tim terhadap situasi tersebut dalam fase krusial musim.

"Seperti yang saya katakan kepada para pemain, sekarang semuanya tentang bagaimana kami merespons hal itu," tegas Arteta.

Partai berikutnya melawan Manchester City menjadi krusial karena berpotensi menentukan arah perebutan gelar, terlebih dengan situasi klasemen yang dapat berubah drastis mengingat keunggulan poin Arsenal bisa terpangkas dan bahkan tergeser sebelum mereka kembali bermain di Emirates Stadium.

Apabila Manchester City mampu mengalahkan Chelsea, selisih poin akan menyempit menjadi enam, dan hasil pertemuan langsung pekan berikutnya akan semakin menentukan keseimbangan kekuatan di papan atas.

Sejarah mencatat bahwa keunggulan besar pernah terbuang, seperti yang dialami Manchester United pada musim 2011-2012, tetapi keunggulan sembilan poin pada tahap ini belum pernah gagal dipertahankan hingga akhir musim.

Meski demikian, Arsenal memiliki rekam jejak yang menunjukkan kecenderungan kehilangan keunggulan, termasuk musim 2022-2023 ketika mereka memimpin setelah 32 laga namun akhirnya finis di posisi kedua di bawah Manchester City.

Kekalahan dari Bournemouth menjadi yang keempat di Premier League musim ini, dan dalam beberapa kesempatan sebelumnya Arsenal mampu bangkit dengan rangkaian hasil positif setelah mengalami setback, sesuatu yang kini kembali dituntut untuk The Gunners ulangi.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic