religion

Pakai Visa Umrah, Ternyata Sindikat Pengemis Asal Pakistan

Penulis Zuhri Ibrahim
Jan 07, 2026
(Foto: himpuh.or.id)
(Foto: himpuh.or.id)

ThePhrase.id - Otoritas Kerajaan Arab Saudi menemukan fakta mencengangkan tentang puluhan ribu warga negara Pakistan masuk ke Arab Saudi dengan menggunakan visa umrah, dan ternyata tujuan sebenarnya adalah mengemis secara profesional. Mereka beroperasi di area-area strategis seperti pusat perbelanjaan dan di sekeliling tempat ibadah yang ramai dikunjungi jamaah. 

Kejadian ini bukanlah fenomena yang terjadi secara insidental dan dilakukan secara individual, melainkan operasi terstruktur dan sistematis yang merusak citra ibadah dan menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi sejak 2024. Para pelaku adalah bagian dari jaringan pengemis profesional lintas negara yang terorganisasi dengan sangat rapi. Mereka mengurus visa umrah, tiket penerbangan, dan dokumen perjalanan lainnya secara sistematis dengan tujuan: memanfaatkan kemurahan hati para jamaah di Tanah Suci.

Dalam upaya memberantas praktik pengemisan terorganisir yang menyalahgunakan visa ibadah umrah itu, pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah melakukan operasi besar-besaran dan mendeportasi sekitar 56.000 warga Pakistan. Dalam penindakan tersebut, otoritas Arab Saudi juga mengungkap jaringan terorganisir penyalahgunaan visa umrah untuk aktivitas mengemis di dua tanah suci, Mekkah dan Madinah.

Pemerintah Saudi melalui Kementerian Urusan Agama telah secara resmi meminta Pemerintah Pakistan menghentikan penyalahgunaan visa umrah ini. Kekhawatiran mereka sangat berdasar, karena aktivitas tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum dan berpotensi berdampak buruk terhadap pengalaman ibadah para jamaah umrah maupun haji.

Pakistan Perketat Keberangkatan Umrah

Menanggapi keadaan tersebut, pemerintah Pakistan mulai mengambil langkah tegas. Sebagaimana dilansir India Today (18/12/2025), Badan Investigasi Federal Pakistan (FIA) memperketat pengawasan perjalanan internasional dan memberlakukan larangan terbang bagi ribuan warga. 

Pejabat Badan Investigasi Federal Pakistan (FIA), diwakili Riffat Mukhtar, secara terbuka mengakui dampak buruk praktik ini. “Praktik migrasi ilegal dan pengemisan lintas negara telah mencoreng citra Pakistan di mata dunia,” tegas Mukhtar, seperti dikutip dari pemberitaan tersebut.

Sepanjang tahun 2025, FIA tercatat telah menurunkan paksa 66.154 penumpang dari penerbangan internasional. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah keberangkatan calon pengemis dan imigran ilegal. Ribuan warga Pakistan yang dicurigai juga telah dimasukkan ke dalam Exit Control List (ECL), yaitu daftar larangan bepergian ke luar negeri.

Dampak Buruk Jangka Panjang

Gejala ini menimbulkan efek tambahan negatif yang signifikan bagi warga Pakistan yang bepergian secara legal. Sekretaris Urusan Pekerja Migran Pakistan, Zeeshan Khanzada, pada 2024 mengungkapkan bahwa 90 persen pengemis yang ditahan di negara-negara Asia Barat berasal dari Pakistan.

Statistik mengkhawatirkan ini berimbas langsung pada warga Pakistan lain yang memiliki tujuan sah seperti jamaah umrah resmi, pekerja migran, atau pelajar. Mereka kini menghadapi pemeriksaan visa yang lebih ketat dan tingkat penolakan yang lebih besar.

Situasi ini berpotensi berdampak negatif terhadap jamaah umrah dan haji asal Pakistan, serta menjadi peringatan resmi dari Kementerian Urusan Agama Arab Saudi yang patut diperhatikan. Izin ibadah yang seharusnya menjadi kemudahan justru berubah menjadi hambatan karena ulah segelintir oknum yang menyalahgunakannya untuk tujuan tercela.

Bahkan kasus ini telah berdampak luas pada kebijakan visa global. Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan sempat menghentikan penerbitan visa bagi sebagian besar warga Pakistan karena kekhawatiran meningkatnya aktivitas kriminal dan pengemisan. Negara-negara Asia Barat lain seperti Kuwait, Azerbaijan, dan Bahrain juga menghadapi masalah serupa dengan pengemis asal Pakistan. (Z. Ibrahim)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic