
ThePhrase.id - Pemilu 2029 masih 3 tahun lagi. Tapi pemain yang ingin bertanding sudah mulai melakukan pemanasan. Joko Widodo alias Jokowi sudah curi start bersafari keliling daerah sambil main raja-rajaan. Anies Baswedan unggah video keliling Jakarta jadi sopir angkutan perkotaan. Keduanya melakukan pemanasan di tengah pamor Prabowo yang anjlok disalip oleh bawahan.
Anjloknya pamor Presiden Prabowo ini ditunjukkan pada hasil survey SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) yang dirilis pada Kamis 30 Juli 2026. Dari temuan riset SMRC yang dilaksanakan pada 5 hingga 19 Juli 2026, tingkat keterpilihan Prabowo Subianto hanya 14,5%, jauh di bawah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang berada pada angka 35%. Dedi adalah bawahan Prabowo di pemerintahan sekaligus juga di Gerindra, partai yang didirikannya.
Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan 8,2%, sementara Gibran Rakabuming Raka ada di angka 7,7%. Ada juga nama Agus Harimurti Yudhoyono 4,9%, Ganjar Pranowo 4,2% dan Mahfud MD 4%. Selebihnya ada nama-nama lain di bawah 2% dan sebanyak 12,8% pemilih tidak menjawab atau belum menentukan pilihan.
SMRC mencatat penurunan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto itu erat kaitannya dengan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pusat. Data SMRC menunjukkan angka kepuasan publik atas kinerja Prabowo merosot dari 81,2% pada November 2025 menjadi 51,1% pada Juli 2026.
"Penurunan elektabilitas Prabowo berhubungan langsung dengan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, dinamika politik, penegakan hukum, serta pelaksanaan program-program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Mandiri Pangan (KDMP) yang dinilai publik memburuk," kata Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, Kamis 30 Juli 2026.
Deni menjelaskan, ketika kondisi ekonomi dan politik dinilai negatif, sebagian besar publik cenderung mencari figur alternatif di luar lingkar pemerintahan pusat. Hasil survei SMRC itu menujukkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi sosok yang paling diinginkan publik untuk menyelesaikan masalah bangsa saat ini.
"Dedi Mulyadi merupakan sosok yang terlihat sangat aktif melakukan sosialisasi, khususnya memanfaatkan media sosial sehubungan dengan posisinya sebagai Gubernur Jawa Barat. Keaktifan dan gaya komunikasi ini mendongkrak popularitasnya secara luas di tengah masyarakat," ujar Deni.
Memanfaatkan penurunan pamor Prabowo ini mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi buru-buru melakukan pemanasan dengan bersafari ke beberapa daerah. Jokowi bersafari membawa beban dan tekanan yang berat di tengah upayanya menjaga poros politik keluarganya.
Satu sisi Jokowi harus berusaha menjaga kursi wakil presiden anaknya Gibran Rakabuming Raka, di sisi lain dia juga harus berjuang menahan tekanan publik yang mempersoalkan keabsahan ijazahnya dan legalitas penyetaraan pendidikan Gibran. Tekanan itu memperkuat tekanan lainnya berupa predikat sebagai tokoh terkorup nomor 2 di dunia dan Gibran yang menyandang predikat sebagai anak haram konstitusi.
Untuk mencuri perhatian dan melekatkan memori publik terhadap dirinya Jokowi menggelar prosesi upacara adat dan penobatan dirinya sebagai raja di wilayah yang dikunjunginya. Seperti pada kunjungan ke Lampung pada Sabtu, 27 Juni 2026. Jokowi menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi adat Lampung, di Kedatun Keagungan, Kota Bandar Lampung.
Prosesi ini memicu kontroversi yang membuat Jokowi jadi perbincangan. Utamanya prosesi menginjak kepala kerbau yang dinilai oleh jurnalis senior, Lukas Luwarso, sebagai pesan politik kepada PDI Perjuangan.
“Itu ditujukan kepada PDIP, PDI Perjuangan. Kenapa begitu? Karena memang ini kan kick-start awal Jokowi mau mengampanyekan PSI, partai anaknya," ungkap Lukas, di channel Youtube Forum Keadilan Selasa (30/6/2026).

Demikian juga pada kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 1 Agustus 2026, Jokowi diberi gelar adat “Sesepuh Raja-raja Timor” dalam Festival Gajah di kawasan Pantai Lai, Kota Kupang, NTT.
Tiga kelompok organisasi kemasyarakatan NTT sontak menolak penganugerahan itu karena dianggap sebagai ekploitasi simbol budaya untuk pencitraan politik. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Malaka menolak pengukuhan gelar Jokowi itu karena tidak mempresentasikan identitas adat Timor.
“Jangan sampai budaya dan simbol adat justru digunakan untuk kepentingan politik maupun pencitraan," ujar Marselino Meol, Ketua PMKRI Cabang Malaka dilansir dari TribunKupang, Minggu, (2/8/2026)
IMADAR, Ikatan Mahasiswa Dawan "R" (IMADAR) Kefamenanu juga menolak gelar Jokowi itu. Ketua Umum IMADAR Kefamenanu, Marlianus Jeriyanto Manek atau Jery Manek, mengatakan, penghormatan kepada tokoh bangsa harus dibedakan dengan penggunaan simbol adat yang memiliki nilai sakral.
"Martabat adat tidak boleh kehilangan maknanya karena dikaitkan dengan kepentingan politik apa pun," kata Marlianus Jeriyanto Manek, Minggu, 2 Agustus 2026.
Kelompok Cipayung Plus Kota Kupang yang terdiri dari GMNI, HMI, PMKRI, IMM, PMII, dan FMN juga menolak gelar Jokowi itu. Koordinator Cipayung Plus Kota Kupang, M. Ilham Snae, mengatakan gelar adat merupakan simbol kehormatan yang memiliki nilai historis, filosofis, dan kultural sehingga harus diberikan melalui mekanisme adat yang sah.
Tampaknya tekanan kepada Jokowi ke depan makin kuat seiring dengan banyaknya masyarakat di daerah yang menolak kunjungannya. Jokowi harus mengerahkan tenaga ekstra untuk menopang dua anaknya, Gibran yang duduk di kursi wapres dan Kaesang sebagai Ketua Umum PSI yang harus diperjuangkan supaya lolos ke Senayan.

Tak mau ketinggalan, Anies Baswedan juga ikut memanfaatkan penurunan pamor Presiden Prabowo Subianto dengan mengunggah video lamanya ketika menjadi supir Jaklingko, pada September 2022. Video itu diunggah dikanal YouTube pribadinya @aniesbaswedan, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Video tersebut berhasil menarik perhatian netizen. Per 12 Agustus 2026 sudah ditonton 26.000 kali, 2000 like dan 141 komentar.
Jaklingko merupakan sistem transportasi terpadu yang dibangun di era Anies Baswedan menjabat Gubernur Jakarta. Jaklingko adalah transportasi umum terintegrasi yang menggabungkan rute, layanan, manajemen, dan pembayaran dari berbagai moda dalam satu jaringan. Nama "JakLingko" berasal dari gabungan kata "Jak" (Jakarta) dan "Lingko" (sistem persawahan jaring laba-laba di Manggarai, NTT, yang bermakna integrasi).
Tentu saja, unggahan video itu bukan sekadar nostalgia seorang Anies Baswedan, tetapi cara untuk mengingatkan publik atas apa yang dikerjakan Anies ketika menjadi gubernur. Dari respon publik terhadap video itu menunjukkan upaya Anies itu cukup berhasil menjaga namanya tetap ada dalam memori publik. Dan itu terbukti dari survei SMRC yang mencatat Anies sebagai peringkat ketiga tokoh yang paling diinginkan saat ini untuk memimpin.
Seperti halnya Jokowi yang mempersiapkan PSI sebagai kendaraan politiknya, Anies juga memiliki Partai Gerakan Rakyat yang dideklarasikan di Jakarta, 18 Januari 2026. Partai ini menempatkan Anies sebagai tokoh utama. (Aswan AS)