
ThePhrase.id - Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay meminta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) untuk menyampaikan saran dan kritik secara langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat komunikasi yang konstruktif dalam pemerintahan.
Saleh menyebut bahwa ruang dialog antara Presiden dan berbagai elemen masyarakat selama ini terbuka luas. Ia menilai, Presiden kerap memberikan kesempatan kepada tokoh nasional untuk menyampaikan pandangan secara langsung, termasuk melalui forum diskusi di Istana.
“Prabowo sangat senang mendengar saran dan kritik. Malah beliau sering mengundang para tokoh untuk berdiskusi di Istana,” ujar Saleh dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/4) dikutip Antaranews.
Ia menjelaskan bahwa forum diskusi tersebut melibatkan berbagai kalangan, seperti birokrat, ulama, akademisi, aktivis, hingga media massa. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan keterbukaan pemerintah dalam menyerap aspirasi publik dari berbagai latar belakang.
Dalam konteks itu, Saleh menilai penyampaian kritik secara langsung akan lebih efektif dan memiliki dampak yang lebih nyata, terutama jika disampaikan oleh tokoh berpengalaman seperti Jusuf Kalla.
“Saya kira kalau pak JK singgah di Istana, semua orang berharap agar beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif. Berbicara langsung dengan Presiden pasti akan lebih mudah untuk dilaksanakan. Apalagi yang menyampaikan sekelas pak JK,” imbuhnya.
Saleh juga menekankan bahwa pengalaman dan kapasitas JK menjadi nilai penting dalam memberikan masukan strategis bagi pemerintah.
“Pak JK itu tokoh hebat. Beliau tidak hanya menguasai bisnis, tetapi juga sangat mengerti politik dan birokrasi. Tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga sampai ke mancanegara,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa kritik tetap menjadi bagian penting dalam sistem demokrasi. Namun, penyampaiannya perlu dilakukan secara konstruktif dan sesuai konteks, agar mampu mendorong lahirnya solusi yang konkret bagi pembangunan nasional. (Rangga)