
ThePhrase.id - Seorang komika sekaligus YouTuber Pandji Pragiwaksono merespons sejumlah opini publik yang muncul usai aksi stand up comedy-nya yang bertajuk Mens Rea viral dan menimbulkan pro-kontra.
Diketahui, terdapat pertanyaan yang muncul mengenai mengapa nama Anies Baswedan tidak menjadi bahan roasting oleh Pandji di pertunjukannya, sehingga memunculkan opini yang menyebut Pandji tidak berani, bahkan dirinya disebut sebagai salah satu pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Membantah opini tersebut, Pandji membeberkan fakta bahwa justru dirinya merupakan komika, ataupun YouTuber yang paling sering membuat video berisi kritik terhadap Anies di masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017—2023.
“Faktanya adalah tidak ada satupun YouTube di Indonesia yang lebih banyak bikin video mengkritik Anies Baswedan daripada Pandji Pragiwaksono, fix (pasti). Buka aja YouTube, search (cari) Pandji Anies, scroll (gulir) aja terus. Kalau mau, buka YouTube gua periode 2017 sampai 2023, banyak banget,” ujar Pandji di Amerika Serikat, melalui video di kanal YouTube Pandji Pragiwaksono yang diunggah pada Sabtu (10/1).
Bahkan, Pandji mengungkapkan pernah me-review (mengulas) satu masa jabatan Anies dengan durasi video hingga 2 jam 22 menit, dan memberikan nilai 2 dari 5 bintang terhadap kinerjanya.
“Skor 2 bintang dari 5 bintang, ngomongin soal tuduhan korupsi, Formula E, DP 0 persen, banyak banget. Bahkan, saya punya satu video spesifik judulnya ‘DP 0 Besar’, terus ada klip yang sempat viral, yang gua bilang Anies elektabilitasnya rendah, tiba-tiba menang jadi Gubernur DKI (Jakarta), pasti curang, itu semuanya ada,” papar Pandji.
“Jadi, kalau dibilang Pandji enggak pernah ngebercandain (mengkritik) Anies Baswedan, itu faktanya berlawanan,” lanjutnya.
Selain itu, Pandji menuturkan bahwa dalam pertunjukan Mens Rea, ia mengkritik sosok-sosok yang tengah menjabat di pemerintahan. Sedangkan Anies, termasuk nama-nama lain tidak dibahas karena saat ini sedang tidak menjabat apapun.
“Sebenarnya Pandji bukan cuma tidak bahas Anies Baswedan, (tapi juga) tidak bahas Ganjar, Mahfud MD, Ahok, Gita Wirjawan, Dahlan Iskan, tidak bahas banyak sekali nama. (Sedangkan) yang dibahas, Prabowo, Gibran, Ahmad Sahroni, Pak Bahlil, Pak Natalius Pigai, Fadli Zon, dan beberapa lagi,” sebut Pandji.
Pandji mengingatkan kepada masyarakat bahwa seluruh rakyat memiliki hak untuk mengkritik para pejabat publik. Termasuk dirinya, sebagai salah satu warga negara yang membayar pajak, sehingga mempunyai hak untuk menuntut kinerja sebaik mungkin dari pejabat-pejabat tersebut.
“Pak Prabowo sedang jadi presiden kita, Pak Gibran sekarang jadi wapres. Jadi, apapun yang mereka lakukan dan katakan, penting untuk kita bahas,” tandasnya. (Rangga)