
ThePhrase.id - Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Kopda Anumerta Rico Pramudia saat tiba di Gedung VVIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (28/4) setelah gugur dalam melaksanakan misi perdamaian di Lebanon.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya (@91agussubiyanto), terlihat Agus memberi hormat dan mendoakan Rico di depan peti jenazah almarhum yang diselimuti dengan bendera Merah Putih.
“Negara memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian almarhum yang telah melampaui panggilan tugas. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjuangan menjaga perdamaian dunia serta membawa nama baik Indonesia di mata internasional,” demikian pernyataan Agus dalam foto yang diunggah pada Rabu (29/4).
Dalam kesempatan tersebut, Agus turut didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak untuk memberikan penghormatan kepada almarhum.
“Dalam suasana penuh khidmat, Saya bersama Kasad menghadiri prosesi persemayaman dan penghormatan terakhir bagi Kopda Anumerta Rico,” kata Agus.
Ia menegaskan bahwa dedikasi dan pengabdian Rico akan selalu dikenang serta menjadi teladan bagi seluruh prajurit TNI.
“Selamat jalan Patriot Kusuma Bangsa. Dedikasi, loyalitas, dan pengabdianmu akan menjadi teladan bagi seluruh prajurit TNI di mana pun bertugas dan berada,” tandasnya.
Setelah prosesi penerimaan di Jakarta, jenazah almarhum dijadwalkan diterbangkan ke Medan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebagai informasi, UNIFIL melalui platform X resminya (@UNIFIL), mengumumkan bahwa Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan di sebuah rumah sakit di Beirut.
Diketahui, ia mengalami luka serius akibat ledakan proyektil yang terjadi di markasnya di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret 2026 lalu.
“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” demikian pernyataan UNIFIL pada Jumat (24/4).
Dengan wafatnya Praka Rico, jumlah prajurit Indonesia yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan dalam satu bulan terakhir menjadi empat orang. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia dalam insiden serangan artileri yang sama dengan Praka Rico, pada 29 Maret 2026.
Selain itu, dua prajurit lainnya, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, juga gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pada 30 Maret 2026. (Rangga)