
ThePhrase.id - Paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat merusak jaringan di permukaan mata dan memicu fotokeratitis.
Dilansir laman Health, perawat Brandi Jones, MSN-Ed, RN-BC, menjelaskan bahwa fotokeratitis terjadi ketika radiasi UV merusak jaringan permukaan mata, terutama pada bagian kornea dan konjungtiva.
Kornea merupakan lapisan bening berbentuk kubah di bagian depan mata yang berfungsi membantu memfokuskan cahaya, sedangkan konjungtiva adalah selaput tipis yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.
Sebagai informasi, paparan UV tidak hanya berasal dari sinar matahari langsung. Pantulan sinar dari beberapa hal seperti permukaan beton, pasir, salju, es, dan air juga dapat meningkatkan risiko.
Kondisi serupa lebih mungkin terjadi saat berada di daerah dengan ketinggian tertentu, menggunakan lampu UV atau tanning bed, maupun melakukan pengelasan tanpa pelindung mata.
Fotokeratitis biasanya menyerang kedua mata. Gejalanya antara lain mata terasa seperti kemasukan pasir, penglihatan kabur, muncul lingkaran cahaya, rasa nyeri atau terbakar, mata berair dan merah, pembengkakan, sakit kepala, serta meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya.
Keluhan umumnya baru muncul enam hingga 12 jam setelah paparan dan dapat bertahan selama satu hingga dua hari. Dalam kasus yang jarang, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan sementara, termasuk perubahan kemampuan melihat warna.
Untuk meredakan gejala, penderita dianjurkan tidak mengucek mata, melepas lensa kontak, menghindari cahaya terang, serta mengompres mata yang terpejam menggunakan kain dingin dan lembap.
Selain itu, air mata buatan tanpa bahan pengawet juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi mata kering.
Pertolongan medis perlu segera dicari apabila terjadi nyeri berat, cedera mata, paparan bahan kimia, nyeri hanya pada satu mata, gejala menetap lebih dari 48 jam, atau terjadi penurunan maupun kehilangan penglihatan.
Adapun bentuk pencegahannya dapat dilakukan dengan memakai kacamata hitam yang memberikan perlindungan 100 persen terhadap UVA dan UVB atau berlabel UV400.
Kacamata tersebut sebaiknya menutupi mata hingga area sekitarnya dan dilengkapi topi bertepi lebar. Untuk aktivitas dengan paparan UV tinggi, gunakan pelindung mata khusus sesuai kebutuhan. (Rangga)