
ThePhrase.id - Setelah sempat menjadi penggugat keras ijazah palsu Jokowi, Rismon Hasiholan Sianipar tiba-tiba berubah Haluan menjadi pembela ijazah Jokowi. Plot Twist Rismon ini memunculkan banyak dugaan dan spekulasi tentang apa yang melatarbelakangi perubahan sikapnya itu. Apakah Rismon tertekan karena ada ancaman, atau karena iming-iming yang menggiurkan atau memang Rismon adalah seorang penyusup yang dipasang di kubu lawan?
Rismon Hasiholan Sianipar mulai mencuri perhatian publik pada pertengahan 2025, setelah dia banyak menayangkan hasil penelitiannya tentang kejanggalan ijazah Jokowi. -Rismon memaparkan hasil analisanya itu melalui channel Yotutube Balige Academy, yang disebutnya bermarkas di tepian Danau Toba.
Rismon kemudian dikenal sebagai seorang ahli forensik digital asal Pematang Siantar, Sumatra Utara. Rismon disebut sebagai Sarjana Teknik dan Magister Teknik di Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada. Ia juga disebut meraih gelar Master of Engineering dan Doctor of Engineering pada tahun 2008, di Universitas Yamaguchi, Jepang.
Dengan keahliannya itu Rismon pun dengan lantang dan bombastis memastikan ijazah Jokowi palsu. “Uji karbon, pasti, pasti palsu. 1 miliar persen,” kata Rismon di channel youtube Balige Academy, 21 Maret 2025.
Rismon pun mulai banyak diundang ke sejumlah podcast dan media di Jakarta sebagai seorang pakar digital forensic yang meneliti ijazah palsu Jokowi. Di sela-sela pemaparannya, Rismon kerap menyebut track recordnya sebagai saksi ahli dalam kasus kopi sianida Jessica Wongso dan kasus km 50 yang menyebabkan meninggalnya 6 orang anggota FPI.
Keahliannya itu, kemudian menjadi pelengkap keahlian telematika Roy Suryo dan anatomi forensik dr. Tifauzia Tyassuma yang sudah lama meneliti kepalsuan ijazah Jokowi. Ketiganya pun kemudian dijadikan tiga serangkai sebagai Trio RRT, Roy Suryo, Rismon dan Tifa.
Keberanian Rismon mengungkap skandal ijazah Jokowi dan keyakinannya terhadap akurasi dan validitas penelitiannya itu membuat publik terpesona dan dianggap sebagai energy ekstra bagi para penggugat ijazah Jokowi. Politisi senior, Amien Rais pun sempat menganggap Rismon sebagai blessing in disguise untuk membongkar kepalsuan ijazah Jokowi. Keahliannya dalam bidang digital forensic, terbukti dengan tidak adanya pihak atau ahli yang membantah temuannya dalam kasus ijazah palsu Jokowi.
Ketika Jokowi melaporkan para penggugat ijazahnya ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2025, penyidik membagi para terlapor tersangka dalam dua klaster. Rismon berada dalam satu klaster dengan Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma. Klaster lainnya adalah para penggugat dari TPUA (Tim pembela aktifis dan ulama), yang terdiri dari Eggy Sudjana, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, Rizal Fadhilah dan Kurnia Tri Rohyani.
Dalam perjalanannya, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, meninggalkan para terlapor lain dengan melakukan restorative justice atas laporan Jokowi tersebut. Eggy dan Damai kemudian mendatangi kediaman Jokowi di Solo untuk meminta maaf pada 8 Januari 2026. Perubahan sikap Eggy dan Damai yang memilih berdamai dengan Jokowi ini sempat menimbulkan guncangan di kubu penggugat ijazah Jokowi. Namun, kemudian situasi kembali stabil dan tidak menyurutkan langkah para penggugat untuk menghentikan upaya membongkar kepalsuan ijazah Jokowi.
Rismon dengan Trio RRT-nya pun tidak terpengaruh dengan langkah Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis yang memilih berdamai dengan Jokowi itu.
Namun Rismon yang semula dianggap sebagai pahlawan dan garda depan membongkar ijazah palsu Jokowi tiba-tiba balik kanan meminta damai dengan Jokowi dengan mengajukan restorative justice ke penyidik.
"Jadi beberapa hari yang lalu atau seminggu yang lalu, yang bersangkutan, saudara RHS bersama pengacaranya menyampaikan permohonan fasilitasi restorative justice kepada penyidik," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, Rabu 1 Maret 2026.
Perubahan sikap Rismon ini menimbulkan banyak spkeluasi tentang apa yang melatar belakangi perubahan sikap tersebut. Apakah Rismon tertekan karena ada ancaman, atau ada iming-iming yang menggiurkan, ataukah Rismon memang seorang penyusup yang dimasukkan ke kubu lawan?
Podcaster sekaligus pengelola kanal YouTube Sentana TV, Mikhael Sinaga yang biasa membersamai Rismon selama ini mengungkapkan perubahan sikap Rismon itu karena ada ancaman terhadap dirinya. Menurut Mikhael perubahan sikap Rismon mulai terlihat pada 18 Januari 2026, saat peluncuran buku “Gibran end Game” di Bandung.
“Ada ketakutan di wajahnya, dan dia mendengar sebuah isu bahwa akibat buku itu akan ada sebuah konsekuensi buruk yang dia alami. Dan dia menanyakan kepada kami bersepuluh, masih lengkap ketika itu, apa yang harus dia lakukan? Dan saya katakan kita tidak mundur satu langkahpun,” ujar Mikhael dalam video yang diunggah di channel @Babehaldorea, 16 Maret 2026.
Berbeda dengan Mikhael Akhmad Khozinuddin, tim kuasa hukum Roy Suryo sudah melihat gelagat perubahan sikap Rismon, ketika dia menggantikan kuasa hukumnya dengan Jahmada Girsang beberapa waktu lalu.
“Jahmada Girsang itu sudah punya visi cingcai, atau ingin damai gitu, Sejak awal sudah bernarasi ingin damai bahkan minta SP3,” kata Akhmad dalam podcast forum Keadilan TV, 13 Maret 2026.
Penggantian kuasa hukum Rismon itu, menurut Akhmad tidak terlepas dari upaya kubu Jokowi yang menginginkan semua tersangka untuk melakukan restorative justice. Ahmad mengungkapkan sampai saat ini, kliennya terus digoda untuk menempuh jalan damai agar Jokowi terhindar dari pengadilan. Namun pihaknya, kata Akhamd, tetap memilih melanjutkan hingga pengadilan agar kasus ini terbuka luas kepada public yang sudah mengikuti kasus ini sejak lama.
Sementara itu aktivis kebangsaan Dr. Zulkifli S, Ekomei menyebut Rismon sebagai seorang penyusup yang dipasang di kubu lawan. “Kenapa mesti kaget, ya penyusup. Sejak awal saya sudah curiga ketika dia maki-maki Kapolri, maki-maki Mendagri dan didiamkan begitu saja,” kata Zulkfili di Podcast Forum Keadilan TV, 16 Maret 2026.
Zulkifli menyebut Geng Solo atau Jokowi sebagai pihak yang ada di belakang Rismon. Maka ketika Rismon mendatangi rumah Jokowi pada Kamis 12 Maret 2026, sebenarnya bukan untuk minta maaf sebagai bagian dari restorative justice yang diajukannya, tetapi pulang kampung atau lapor kepada atasannya kalau misinya sudah berhasil.
Dan Rismon baru dimunculkan sekarang, menurut Zulkifli karena kasus ijazah palsu Jokowi dan pendidikan Gibran hampir terkuak ke permukaan. Rismon “diledakkan” sebagai pemecah konsentrasi lawan dan mengalihkan perhatian publik agar tidak fokus pada perkara atau masalah sebenarnya.
Pertanyaannya, Rismon balik kanan apakah karena diancam, digoda atau disusup, masih menjadi teka-teki. Namun yang pasti setelah bertemu Mas Wapres atau Gibran di Istana Wakil Presiden, Jum’at 13 Maret 2026, Rismon mendapat sebuah parcel dari Gibran, yang digotong bareng dengan kuasa hukumnya menuju mobil. Parcel yang tidak sekadar hadiah untuk ibunya yang sedang sakit, tetapi juga tanda bahwa Rismon sekarang sudah menjadi penjaga ijazah Jokowi dan Gibran dari para penggugatnya. (Aswan AS)