sportTimnas Indonesia

Pascal Struijk dan Dilema 3 Negara: Mengapa Kapten Leeds United Masih Menanti Panggilan Belanda daripada Timnas Indonesia?

Penulis Ahmad Haidir
Jan 19, 2026
Bek Leeds United, Pascal Struijk, belum memikirkan akan membela Timnas Indonesia. Foto Instagram Pascal Struijk.
Bek Leeds United, Pascal Struijk, belum memikirkan akan membela Timnas Indonesia. Foto Instagram Pascal Struijk.

Thephrase.id - Bek Leeds United yang memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya, Pascal Struijk, memberikan tanggapan jujur terkait riuh rendah permintaan para penggemar sepak bola di Indonesia agar dirinya segera memperkuat Tim Merah Putih.

Struijk yang kini telah menginjak usia 26 tahun mengakui bahwa dirinya terus memantau antusiasme masif yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia melalui berbagai interaksi yang membanjiri akun media sosial pribadinya selama beberapa waktu terakhir.

"Saya senang melihat bagaimana para penggemar di sana dan betapa mereka sangat ingin saya ke sana. Itu menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara sepak bola yang sangat besar," beber Struijk dilansir dari ESPN Belanda.

"Semua penggemar yang berkomentar di bawah unggahan Instagram saya, itu cukup lucu," lanjut Struijk.

Walaupun menaruh rasa hormat yang mendalam terhadap gairah sepak bola di negara asal leluhurnya tersebut, pemain bertinggi badan 190 cm ini menegaskan bahwa dirinya belum memiliki rencana untuk mengubah kewarganegaraannya demi membela Timnas Indonesia dalam waktu dekat.

"Itu bukan sesuatu yang saya fokuskan," tegas bek kidal yang sempat menjabat sebagai kapten Leeds United saat menahan imbang Manchester United tersebut.

Fokus utama mantan pemain akademi Ajax Amsterdam tersebut saat ini masih tertuju sepenuhnya pada ambisi lama untuk bisa mencatatkan debut bersama Timnas Belanda di bawah asuhan pelatih Ronald Koeman setelah sebelumnya sempat masuk dalam daftar prapemilihan pada era Louis van Gaal.

"Bisa membela tim nasional Belanda masih selalu menjadi impian bagi saya. Hal itu tergantung pada bagaimana saya tampil di lapangan," beber Struijk.

"Anda harus memastikan bahwa pelatih nasional tidak bisa mengabaikan Anda. Sejauh ini saya melakukannya dengan baik, jadi saya berharap bisa terus melanjutkannya seperti itu," sambungnya.

Struijk yang lahir di Belgia namun besar di Belanda ini merasa bahwa penampilannya yang konsisten saat mengawal lini pertahanan Leeds United di kompetisi seketat Premier League seharusnya menjadi modal yang cukup untuk mendapatkan kesempatan dari Timnas Belanda.

"Jika Anda tampil di level tertinggi, menurut saya Anda layak mendapatkan sebuah kesempatan. Namun, saya bukanlah pelatih nasional," beber Struijk.

Selain keterkaitannya dengan Timnas Indonesia dan Timnas Belanda, Struijk juga sempat menarik perhatian federasi sepak bola Belgia mengingat dirinya lahir di wilayah Flanders, di mana Roberto Martinez pernah mencoba menjalin komunikasi untuk membawanya kembali ke negara kelahiran.

"Terkait hal itu, membela Timnas Belgia, saya memang sempat ragu, tetapi itu sudah cukup lama berlalu. Saat itu Roberto Martinez masih menjabat sebagai pelatih, dialah orang pertama yang menghubungi saya," kata Struijk.

"Dia memberi tahu saya bahwa hal itu merupakan sebuah kemungkinan. Hal tersebut masih terus terlintas di pikiran, tetapi bagi saya, impiannya adalah bermain untuk Oranje," jelasnya.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic