
ThePhrase.id - Pelabuhan Gilimanuk, Jemberana, Bali mengalami kemacetan horor sejak puncak arus mudik Idulfitri 1447 H gelombang pertama, yakni 14-15 Maret 2026. Kendaraan mengular hingga puluhan kilometer sejak Minggu (15/3) hingga Senin (16/3).
Kemacetan Gilimanuk dikabarkan mengakibatkan 16 pemudik pingsan dan harus mendapat perawatan medis akibat kelelahan menunggu dan cuaca panas.
Antrean kendaraan itu memanjang hingga wilayah Kecamatan Negara. Kendaraan didominasi angkutan logistik, kendaraan pribadi, dan sepeda motor. Mereka hendak menyeberang dari Bali ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Situasi itu diperparah lantaran kantong-kantong parkir di area Pelabuhan Gilimanuk penuh sejak Minggu. Walhasil, banyak kendaraan yang mengantre di luar area pelabuhan hingga membuat kemacetan.
Sebagaimana dinukil dari Kompas.com, kemacetan itu arus mudik Lebaran 2026 itu bukan karena tidak adanya pengaturan atau rekayasa lalu lintas, melainkan karena antrean kendaraan untuk masuk ke kapal penyeberangan.
“Mereka antre untuk masuk kapal. Bukan macet karena akibat tidak ada pengaturan atau rekayasa,” kata Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, Senin (16/3).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Aria Sandy menyampaikan bahwa kemacetan masih terjadi sepanjang 27 kilometer dari arah Tabanan pada pagi hari.
“Sementara yang dari arah Buleleng masih tetap seperti tadi malam juga 8-9 kilometer,” ujar dia.
Menurutnya, panjang antrean di kedua arah bersifat fluktuatif karena kendaraan terus diangkut kapal, sedangkan di sisi lain jumlah kendaraan yang datang juga terus bertambah. (M Hafid)