
Thephrase.id - Isu kewarganegaraan pemain di kompetisi Eredivisie ternyata tidak hanya berkutat pada kasus pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James, melainkan meluas ke sejumlah negara lain.
Persoalan ini juga menyangkut pemain yang memperkuat negara seperti Suriname dan Tanjung Verde, sehingga cakupan masalah menjadi jauh lebih luas dari yang sebelumnya diperkirakan.
Akar persoalan ini berasal dari regulasi hukum di Belanda yang pada prinsipnya menyatakan bahwa seseorang yang secara sukarela mengambil kewarganegaraan lain akan kehilangan paspor Belanda.
Meski demikian, terdapat pengecualian tertentu, termasuk bagi wilayah seperti Curacao dan Aruba karena masih berada dalam satu kerajaan, serta untuk Maroko yang tidak mengizinkan warganya melepas kewarganegaraan.
Untuk negara-negara seperti Indonesia, Suriname, dan Tanjung Verde, pengecualian tersebut tidak berlaku, sehingga secara administratif para pemain seharusnya kehilangan status kewarganegaraan Belanda mereka.
Akan tetapi dalam praktiknya, banyak pemain tetap memegang dan menggunakan paspor Belanda mereka karena tidak ada pengawasan aktif dari otoritas imigrasi seperti Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda.
Ketiadaan sistem otomatis untuk memverifikasi perubahan kewarganegaraan serta minimnya pertukaran data antarnegara membuat kondisi ini berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan yang berarti.
Kasus yang melibatkan James kemudian membuka persoalan tersebut ke publik setelah NAC Breda mengajukan protes terkait status kelayakan bermain sang pemain.
Permasalahan itu kini telah dibawa ke KNVB dan diteruskan kepada otoritas imigrasi untuk ditelaah lebih lanjut, dengan potensi dampak yang bisa menjangkau sejumlah klub lain.
Salah satu solusi yang mengemuka adalah mengkategorikan para pemain ini sebagai pemain non-Uni Eropa, yang berarti klub wajib memenuhi persyaratan tambahan termasuk batas minimum gaji sekitar 600 ribu euro (Rp11 miliar) bagi pemain berusia 21 tahun ke atas.
Ketentuan tersebut berpotensi menjadi beban berat bagi klub-klub di Eredivisie maupun Keuken Kampioen Divisie yang tidak memiliki kapasitas finansial untuk memenuhi standar tersebut.
Dalam perkembangan lain, NAC Breda juga meminta agar laga melawan Go Ahead Eagles yang berakhir 0-6 dapat diulang karena dugaan penggunaan pemain yang tidak memenuhi syarat.
Sejumlah klub lain juga memiliki pemain dengan situasi serupa, termasuk Fortuna Sittard yang mengontrak pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Justin Hubner, serta Willem II yang diperkuat Nathan Tjoe-A-On, pemain naturalisasi Tim Merah Putih lainnya.
Selain itu, FC Emmen memiliki pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang lain, Tim Geypens, sementara FC Utrecht sempat meminjamkan Miliano Jonathans, pemain naturalisasi Tim Merah Putih ke Excelsior Rotterdam sebelum sang pemain mengalami cedera panjang.
Sementara itu, situasi berbeda dialami Maarten Paes yang kini membela Ajax karena proses kontraknya dilakukan menggunakan paspor Indonesia dan seluruh prosedur administratif, termasuk izin kerja serta standar gaji pemain non-Uni Eropa, telah dipenuhi sejak awal.